Berita
62
×

Sebarkan artikel ini
FOTO: Ilustrasi seekor ulat masih hidup tengah merayap di sayur selada
FOTO: Ilustrasi seekor ulat masih hidup tengah merayap di sayur selada
Oleh: Dayat Mahjong
23 Oktober 2025 18:00 WIB – Artikel Opini

OPINI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan gizi dan kesehatan generasi muda. Namun, efektivitas program ini sangat bergantung pada kualitas pengelolaan di lapangan, termasuk kebersihan dan kelayakan bahan pangan yang disajikan.

Memasuki musim hujan, risiko kontaminasi pada bahan makanan, khususnya sayur-sayuran, semakin meningkat. Salah satu temuan yang cukup meresahkan baru-baru ini adalah munculnya ulat hidup dalam sayur selada yang menjadi bagian dari paket MBG di salah satu sekolah dasar di Sumenep. Insiden ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.

Sayur-sayuran hijau seperti selada memang rentan menjadi tempat bersarang ulat dan serangga, apalagi jika tidak dibersihkan secara menyeluruh. Dalam konteks MBG, hal ini tentu menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak dan dapat mencederai kepercayaan publik terhadap program yang mulia ini.

Oleh karena itu, pengawasan mutu perlu diperketat, terutama pada proses sortir, pencucian, dan penyajian sayur. SOP kebersihan makanan wajib dijalankan dengan ketat, bukan hanya untuk menghindari keluhan, tetapi demi menjaga integritas program secara menyeluruh.

Musim hujan bukan alasan untuk menurunkan standar. Justru pada masa seperti inilah ketelitian dan kehati-hatian menjadi kunci utama. Pemerintah daerah dan pengelola SPPG perlu membangun sistem kontrol yang lebih kuat, termasuk pelatihan rutin dan inspeksi mendadak.

Kita semua tentu mendukung keberlanjutan program MBG, namun kualitas harus tetap menjadi prioritas. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah hal yang tak bisa ditawar. Jangan sampai niat baik pemerintah ternoda oleh kelalaian di lapangan.