PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Dalam rangka memperingati nilai-nilai kepedulian sosial dan pelestarian sejarah lokal, Yayasan Bani Insan Peduli menggelar kegiatan pengajian serta santunan kepada sekitar 70 anak yatim di tempat pemakaman Raja Ronggo Sukowati, Rabu (12/6/2025).
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda agar lebih mengenal tokoh penting dalam perjalanan Kabupaten Pamekasan.
Kuswanto, selaku Koordinator Sosial Divisi 1 Yayasan Bani Insan Peduli, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilaksanakan setiap pekan, meliputi bantuan untuk anak yatim, warga tidak mampu, penyandang disabilitas, lansia, serta masyarakat yang mengalami sakit menahun.
“Kegiatan ini adalah refleksi diri sekaligus bentuk edukasi bagi anak-anak yatim agar mereka mengenal sosok Raja Ronggo Sukowati, Bupati pertama Pamekasan yang berjasa besar dalam pembangunan wilayah ini. Sejarah seperti ini tidak boleh dilupakan,” ujar Kuswanto.
Pemilihan lokasi di makam Raja Ronggo Sukowati pun bukan tanpa alasan. Yayasan ingin mengubah cara pandang masyarakat yang selama ini mengasosiasikan makam tersebut secara negatif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa makam ini adalah situs sejarah yang harus dihormati dan dijaga, bukan dimaknai secara negatif. Tempat ini adalah bagian penting dari identitas daerah,” tambah Kuswanto.
Dalam kesempatan tersebut, para anak yatim tidak hanya menerima santunan berupa sembako dan uang tunai, tetapi juga mendapatkan pembekalan nilai-nilai moral dan sejarah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat sosial dan kecintaan terhadap warisan budaya lokal.
Yayasan Bani Insan Peduli sendiri memiliki jaringan koordinasi yang tersebar di seluruh 13 kecamatan di Pamekasan. Setiap pekan, tim dari yayasan aktif menyalurkan bantuan ke desa-desa, dengan kategori penerima mencakup anak yatim, disabilitas, lansia, serta warga yang hidup sebatang kara atau tidak mampu berobat akibat kondisi kesehatan yang serius.
“Masyarakat juga bisa mendaftarkan warga yang membutuhkan bantuan kepada tim kami. Di setiap kecamatan sudah ada koordinator yang siap membantu menyalurkan bantuan dengan tepat sasaran,” jelas Kuswanto.
Dengan menggabungkan nilai religius, sosial, dan pelestarian sejarah, Yayasan Bani Insan Peduli terus menunjukkan komitmennya untuk membentuk masyarakat yang peduli terhadap sesama serta mencintai budaya dan sejarah daerahnya sendiri.












