Berita

Polemik Sumbangan Ratusan Juta Pengusaha Tambak di Sumenep Dipertanyakan, Kades Tersinggung Ancam Tutup Akses Jalan

60
×

Polemik Sumbangan Ratusan Juta Pengusaha Tambak di Sumenep Dipertanyakan, Kades Tersinggung Ancam Tutup Akses Jalan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Ilustrasi pemungutan sumbangan kepada pengusaha tambak dalam bayangan kekuasaan
FOTO: Ilustrasi pemungutan sumbangan kepada pengusaha tambak dalam bayangan kekuasaan

SUMENEP, RINGSATU.Net – Polemik terkait sumbangan ratusan juta dari pelaku usaha tambak modus perbaikan dan peningkatan jalan desa di Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, Jawa Timur kian memanas dan menjadi sorotan publik.

Sumbangan yang terkumpul sejak tahun 2022 mencapai Rp460 juta, namun realisasinya dinilai tidak transparan oleh sebagian pengusaha tambak dan warga setempat.

Menurut koordinator pengusaha tambak dan warga, Sap, dari total sumbangan Rp460 juta, hanya sekitar Rp165,6 juta yang digunakan untuk peningkatan jalan desa Lapisan Penetrasi (Lapen) di Dusun Buraja dengan volume 550×50 meter.

“Sejak 2022, total sumbangan mencapai Rp460 juta. Tapi yang digunakan hanya sekitar Rp165,6 juta. Sisanya ke mana?” tanya Sap, Jumat (26/9/2025).

Ketidakjelasan penggunaan dana ini memicu tuntutan dari pengusaha tambak dan warga agar pihak desa, khususnya Kepala Desa Lapa Laok, Imam Ghazali, memberikan penjelasan yang transparan dan bertanggung jawab.

Mereka menuntut agar seluruh penggunaan dana publik dapat dipertanggungjawabkan demi menjaga kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

Namun, usai pemberitaan mengenai polemik ini mencuat, Kepala Desa Lapa Laok, Imam Ghazali, dikabarkan merasa tersinggung dan murka.

Bahkan, isu yang berkembang saat ini bahwa Imam Ghazali mengancam akan menutup akses jalan yang digunakan oleh pelaku usaha tambak, lantaran dianggap kegiatan tambak tersebut menjadi penyebab kerusakan jalan.

“Informasinya jalan itu katanya mau ditutup oleh Imam Ghazali,” ungkap seorang warga setempat.

Menanggapi situasi ini, berbagai pihak berharap agar pemerintah dan aparat terkait segera turun tangan untuk mengklarifikasi dan memastikan bahwa penggunaan dana publik dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan partisipasi aktif dalam pembangunan desa.

Polemik ini menjadi ujian bagi tata kelola pemerintahan desa yang baik dan transparan, serta menjadi pengingat akan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.

Sementara itu, Kepala Desa Lapa Laok, Imam Ghazali tidak menanggapi klarifikasi media ini terkait kebenaran isu penutupan akses jalan tersebut, Sabtu (27/9/2029).