SUMENEP, RINGSATU.Net – Dalam ajang bergengsi Legislatif Jatim Awards 2025 yang digelar JTV di Graha Pena Surabaya pada Selasa 16 September 2025, Anggota DPRD Sumenep, Nia Kurnia Fauzi dinobatkan sebagai Legislator terbaik se-Jawa Timur.
Keberhasilan Nia Kurnia Fraksi PDI Perjuangan ini tentu saja penuh dengan perjuangan dan dedikasi yang tak pernah surut.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata kiprah Mbak Nia dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, mulai dari beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, layanan ambulans gratis, dukungan terhadap UMKM, hingga program penanggulangan stunting. Atas konsistensi dan inovasinya, ia berhasil menyisihkan ribuan legislator dari berbagai kabupaten di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Terima kasih saya sampaikan kepada masyarakat Sumenep, khususnya di dapil 1, yang selalu memberikan doa dan dukungan,” ujar Mbak Nia usai menerima penghargaan.
Menurutnya, prestasi ini bukan hasil kerja individu semata, melainkan buah dari kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep dan sesama anggota DPRD. Dukungan masyarakat menjadi energi besar yang mendorong setiap langkah perjuangannya di parlemen.
Wanita yang memiliki puluhan ambulance umat ini juga memberikan apresiasi kepada JTV atas inisiatif memberikan ruang penghargaan bagi para legislator di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa apresiasi tersebut akan menjadi motivasi baru untuk terus bekerja lebih baik demi kemaslahatan rakyat.
“InsyaAllah, penghargaan ini akan menjadi penyemangat bagi saya untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian bagi masyarakat Sumenep,” tegasnya.
Penghargaan Legislatif Jatim Awards 2025 yang diraih Mbak Nia bukanlah sebuah kebetulan, melainkan konsekuensi logis dari kiprah panjangnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Program-program nyata seperti beasiswa, ambulans gratis, pemberdayaan UMKM, hingga penanganan stunting adalah bukti bahwa politik bisa hadir dengan wajah yang humanis dan solutif.
Di tengah banyaknya kritik terhadap kinerja wakil rakyat, sosok Mbak Nia justru menghadirkan optimisme baru: bahwa dedikasi, konsistensi, dan keberpihakan kepada masyarakat mampu mengubah pandangan publik terhadap parlemen daerah.
Oleh karena itu, prestasi ini seharusnya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi atau daerah, melainkan juga pemantik semangat bagi legislator lain untuk menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.












