Pemerintahan

Harga Jagung Hibrida Capai Rp. 5.600 Perkilo, Sejumlah Petani di Sumenep Merasa Senang

44
×

Harga Jagung Hibrida Capai Rp. 5.600 Perkilo, Sejumlah Petani di Sumenep Merasa Senang

Sebarkan artikel ini
IMG 20250305 WA0050
Kegembiraan Para Petani di Kabupaten Sumenep Dengan Harga Jagung Hibrida Yang Cukup Stabil dan Mahal Saat Ini

SUMENEP, RINGSATU.Net – Harga jagung Hibrida atau jagung khusus pakan ternak di Kecamatan Bluto, Sumenep Madura, Jawa Timur kini kisaran Rp 4.600 hingga Rp 5.600 per kilogram.

Menurut Jumahra (55) petani asal Desa Pakandangan Sangrah, Kecamatan Bluto mengatakan, bahwa harga jagung Hibrida saat ini cukup stabil dan memuaskan, sehingga para warga Desa yang notabenenya petani merasa senang.

“Untuk harga jagung Hibrida kisaran Rp 4600 hingga Rp 5600. Hasil panen jagung keluarga kami kemarin terjual Rp 4600 perkilogram-nya ke pabrikan,” kata Jumahra, Rabu, (5/3/2025).

IA menjelaskan, sejak keberadaan agen resmi yang ditunjuk oleh PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) di Sumenep harga jagung Hibrida cukup mahal dan berada diharga stabil.

PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang merupakan perusahaan agrobisnis yang memproduksi pakan ternak, daging ayam, dan makanan siap saji di Jl. Raya Surabaya – Mojokerto.KM.26, Kanigoro, Keboharan, Kec. Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

“Jadi hasil panen Jagung Hibrida tidak kami jual kepada pihak ketiga, langsung saya jual kepada agen resmi yang di tunjuk langsung oleh PT. CPIN,” jelasnya.

Ditambahkan, adanya agen resmi PT. CPIN di Sumenep, merupakan inisiasi Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dalam mempermudah bagi para petani untuk menjual hasil panen jagung Hibrida dengan harga yang cukup lumayan mahal.

Hal tersebut demi mendukung komitmen Bupati Sumenep dalam meningkatkan Swasembada dan Ketahanan Pangan yang menjadi atensi Pemerintah Pusat di era Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto saat ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN),” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Quzairi (50) seorang petani asal Desa Larangan Kecamatan Ganding.

Pihaknya mengatakan bahwa sejak adanya agen resmi pabrik PT. CPIN di Sumenep pihak petani terutama di kecamatan Ganding sangat diuntungkan.

“Sebagai petani, tentu kami merasa diuntungkan dengan adanya agen resmi pabrik Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) karena harganya jauh lebih tinggi ketimbang dijual kepada pihak ketiga,” katanya.

Bahkan kata dia, harga di perusahan yang telah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui DKPP itu lebih tinggi dari Harga pembelian jagung (HPP) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 5.500 per kilogram-nya untuk jagung dengan kadar air 15%.

“Kalau harga Jagung KA 15 persen di Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencapai Rp 5.600 per kilogram-Nya. Sementara untuk kadar air 24-25 persen harganya Rp 4600 ,” katanya.

Ahmad Quzairi mengajak para petani Sumenep untuk berbondong bondong menjual hasil panen jagung hibrida-Nya langsung ke Pabrikan atau melalui agen resmi yang sudah ditunjuk di Kabupaten Sumenep.

“Kan sekarang sudah ada agen resmi dari perusahan tersebut. Jadi tinggal calling saja, mereka pasti datang. Itu kan lebih praktis,” ucapnya.

Ahmad Quzairi pada saat diwawancarai awak media di kediamannya juga tampak sedang melakukan prepare untuk menjual hasil panen jagung Hibrida ke pabrikan di Krian Sidoarjo.

“Malam ini kita mau kirim 8 Ton. Ini sudah kiriman yang ketiga kalinya,” bebernya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang telah mempermudah petani, khususnya petani Jagung Hibrida dalam mencari pasar.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan DKPP Kabupaten Sumenep yang telah membantu mencari pasar sehingga para petani Kabupaten Sumenep tidak lagi bergantung kepada pihak ketiga untuk memasarkan hasil panen jagung Hibrida,” pungkasnya.