Berita

Krisis Gizi Dibalik Program MBG: Aktivis Sumenep Desak Evaluasi SPPG Guluk-Guluk

216
×

Krisis Gizi Dibalik Program MBG: Aktivis Sumenep Desak Evaluasi SPPG Guluk-Guluk

Sebarkan artikel ini
FOTO: Aktivis Peduli Sosial, Dayat Mahjong dan SPPG Guluk-Guluk
FOTO: Aktivis Peduli Sosial, Dayat Mahjong dan SPPG Guluk-Guluk

SUMENEP, RINGSATU.Net — Aroma ketidakberesan tercium dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Guluk-Guluk, Sumenep.

Program yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemenuhan gizi siswa justru menuai sorotan tajam dari aktivis sosial, guru dan masyarakat setempat.

Yayasan Dakwa Sosial Bani Ishak, selaku pengelola program, kini berada di bawah sorotan tajam publik.

Sabtu, 10 Januari 2026, menjadi titik balik kekecewaan Para siswa hanya menerima sepotong roti merek Love It Market dan sekotak kecil susu Frisian Flag atau Nutribrain Omega sebagai menu MBG.

Menu yang jauh dari kata “bergizi” ini dinilai tidak memenuhi standar minimal yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Tak berhenti di situ, sebelumnya seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pada Selasa, 30 Desember 2025 menjelang libur sekolah siswa hanya dibekali Lapis Kukus merek Pahlawan, susu kotak Ultra Milk, dan satu buah naga sebagai jatah konsumsi selama libur sekolah.

“Itu bukan menu bergizi, itu sekadar pengisi perut,” ujarnya getir.

Dayat, seorang aktivis sosial Sumenep, angkat bicara dengan nada tinggi.

Ia menilai bahwa pengelolaan MBG oleh Yayasan Dakwa Sosial Bani Ishak yang berada di sebuah Rumah Toko (Ruko) terkesan setengah hati dan lebih berorientasi pada keuntungan ketimbang kepentingan gizi anak-anak.

“Ini bukan sekadar soal makanan, ini soal masa depan generasi muda. Kalau gizinya diabaikan, apa yang bisa kita harapkan dari mereka nanti?” tegasnya.

Desakan pun dilayangkan kepada Badan Gizi Nasional agar segera turun tangan mengevaluasi pelaksanaan MBG di SPPG Guluk-Guluk.

“Jangan sampai program mulia ini justru jadi ladang bisnis yang mengorbankan hak anak-anak atas gizi yang layak,” tambah Dayat.

Sementara itu, pihak SPPG Guluk-Guluk belum dapat dimintai keterangan karena kendala akses komunikasi, hingga berita ini dinaikkan dan upaya konfirmasi masih dalam penelusuran lebih lanjut.