Berita

Menteri Koperasi Hadiri Pengukuhan KITMAS di Pamekasan, Buka Peluang Skema Cukai Khusus untuk Petani Madura

75
×

Menteri Koperasi Hadiri Pengukuhan KITMAS di Pamekasan, Buka Peluang Skema Cukai Khusus untuk Petani Madura

Sebarkan artikel ini
IMG 20260222 WA0022

PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menghadiri sekaligus mengukuhkan secara resmi Koperasi Induk Tembakau Madura Sejahtera (KITMAS) di Graha Bawang Mas Pamekasan, Sabtu (21/2/2026) pukul 15.30 WIB.

Kedatangan Menteri Koperasi RI tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan kelembagaan koperasi di sektor tembakau yang menjadi komoditas unggulan masyarakat Madura. Agenda berlangsung khidmat yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Dandim 0826 Pamekasan, Kapolres Pamekasan, seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Pamekasan, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para pengurus dan anggota koperasi.

Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya koprasi induk tersebut, dan kehadirannya sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan koperasi dan peningkatan kesejahteraan petani tembakau.

“Alhamdulillah, KDKMP insyaallah minggu depan akan ada sebanyak lima koperasi desa atau kelurahan Merah Putih yang selesai dalam satu minggu ini. Kami mohon dukungan kepada Bapak Menteri Koperasi bersama Dekopin dan Dekopinda. Kami juga sudah sepakat dan mulai merintis bahwa Hari Koperasi tahun 2026 insyaallah untuk Jawa Timur ditempatkan di Pamekasan,” ujar Bupati.

Sementara Itu, Menteri Koperasi RI, Dr. H. Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung keberadaan KITMAS sebagai koperasi induk yang menjadi rumah besar bagi petani tembakau Madura.

“Berdirinya Koperasi KITMAS ini memang sangat penting, yang bertujuan menjadi tuan rumah bagi para petani tembakau di Madura. Dengan berdirinya serta pengukuhan ini kami siap mendukung penuh,” tuturnya.

Menurut Ferry, kehadiran KITMAS diharapkan mampu memperkuat posisi tawar petani tembakau di hadapan industri besar serta menciptakan tata niaga yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Koperasi ini memang sepatutnya berdiri agar menjadi rumah bagi para petani tembakau di Madura. Kami akan mendukung penuh,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang pembahasan skema cukai khusus guna memperkuat ekosistem petani tembakau Madura melalui koordinasi lintas kementerian sebagai langkah strategis mendorong kesejahteraan petani.

Di kesempatan yang sama, tokoh pengusaha Haji Her Menyampaikan bahwa perjuangan pembentukan koperasi tidak lepas dari keprihatinan terhadap rendahnya harga tembakau yang selama ini ditentukan sepihak oleh pabrik besar. Dan ia juga berharap KITMAS memiliki permodalan yang cukup sehingga dapat menyerap tembakau petani secara langsung.

“Madura terkenal dengan tembakau dan garamnya. Harapannya koperasi ini bisa membeli tembakau petani agar mereka lebih sejahtera,” ujarnya.

Melalui pengukuhan ini, KITMAS diharapkan mampu menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani tembakau sekaligus memperkuat ekosistem usaha tembakau di Madura.