Berita

Mored Mekkasen Seneng Bhâsa Madhureh, IWO Pamekasan Berkomitmen Lestarikan Bahasa Daerah

61
×

Mored Mekkasen Seneng Bhâsa Madhureh, IWO Pamekasan Berkomitmen Lestarikan Bahasa Daerah

Sebarkan artikel ini
FOTO: IWO Pamekasan menggelar Lestarikan Bahasa Daerah Seminar Literasi Pendidikan Bahasa Madura dengan tema “Mored Mekkasen Seneng Bhâsa Madhureh”
FOTO: IWO Pamekasan menggelar Lestarikan Bahasa Daerah Seminar Literasi Pendidikan Bahasa Madura dengan tema “Mored Mekkasen Seneng Bhâsa Madhureh”

PAMEKASAN, RINGSATU.net – Ikatan Wartawan Online (IWO) Pengurus Daerah (PD) Pamekasan gelar Seminar Literasi Pendidikan Bahasa Madura dengan tema “Mored Mekkasen Seneng Bhâsa Madhureh”, pada Rabu (03/12/2025) di Pendopo Budaya Wakil Bupati Pamekasan, Jalan Jokotole Pamekasan.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelajar SMP se-Pamekasan yang sangat antusias mempelajari kekayaan bahasa dan budaya Madura. Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Chandra Darmawan, S.Pd., SD., M.Tr.P dan Siti Fatimah, M.Pd. Keduanya menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa Madura melalui jalur pendidikan.

Para narasumber juga menekankan penguatan Parèbhâsan, yaitu ragam bahasa Madura yang halus dan sopan, serta pentingnya kemampuan menulis bahasa Madura sebagai bagian dari literasi budaya.

Ketua OC kegiatan, Ach. Rofi’i, menjelaskan bahwa seminar ini digelar untuk memperluas wawasan pelajar mengenai bahasa daerah mereka sendiri. “Kami ingin menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap bahasa Madura. Mereka harus paham bahwa bahasa Madura bukan sekadar alat komunikasi, tetapi identitas budaya yang harus dijaga,” ujarnya.

Ketua IWO PD Pamekasan, Dyah Heny Andrianty, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “IWO mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut menjaga warisan budaya lokal. Bahasa Madura memiliki nilai yang sangat tinggi, terutama Parèbhâsan yang menjadi simbol kesopanan dalam budaya kita. Semoga peserta dapat membawa pulang ilmu yang bermanfaat,” tegasnya.

Para peserta terlihat antusias dengan materi yang disampaikan. Mereka mendapatkan pemahaman baru mengenai struktur bahasa Madura, contoh penggunaan Parèbhâsan dalam percakapan, serta pentingnya menjaga bahasa daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat literasi bahasa Madura sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa leluhur mereka.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa yang menunjukkan pemahaman tinggi dalam menulis dan mengeja bahasa Madura, panitia bersama para pemateri memberikan doorprize dan uang pembinaan kepada tiga peserta terbaik. Mereka adalah Charadina F. Utami dari SMPN 1 Pamekasan, Mohammad Aska Faizi Anwar dari SMPN 7 Pamekasan, dan Wardah Zhafirah Dr dari SMPN 1 Pamekasan.

Ketiganya dinilai mampu menuliskan ejaan bahasa Madura dengan benar serta menunjukkan pemahaman yang baik selama sesi evaluasi.