RINGSATU.Net – Masalah rokok ilegal di Jawa Timur dinilai semakin kompleks. Tak hanya produksi lokal, kini peredaran rokok ilegal impor diduga berasal dari Batam, Kepulauan Riau, turut membanjiri pasar-pasar di wilayah Jawa Timur, termasuk Pulau Madura, Minggu (7/9/2025).
Rokok ilegal dengan merek seperti Oris, Manchester, Magnate, Esse, Smith, dan Luffman makin memperkeruh situasi.
Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PKB, Nur Faizin melalui akun resmi TikTok Fraksi-PKB Jatim.
Legislator muda dan berbakat ini menyebut lemahnya pengawasan menjadi penyebab utama maraknya distribusi rokok ilegal, baik yang diproduksi lokal maupun yang diimpor dari luar daerah.
“Ini bukan hanya soal Madura. Rokok ilegal dari Batam sudah lama masuk dan beredar bebas. Sayangnya, tidak ada pengawasan ketat dari pihak Bea Cukai,” tegas Nur Faizin.
Menurutnya, kondisi ini akan terus berlanjut jika pemerintah hanya bersikap reaktif. Ia bahkan menduga ada praktik kolusi antara oknum aparat dan jaringan mafia rokok ilegal.
Sebagai bentuk keseriusan, Nur Faizin mendesak Komisi XI DPR RI untuk segera memperketat pengawasan kinerja Bea Cukai melalui audit independen.
Ia juga mengusulkan pembentukan satgas lintas lembaga yang melibatkan KPK, BPK, dan pihak terkait lainnya.
“Saya mendukung penuh pembentukan satgas ini, minimal ada upaya konkret dari pemerintah untuk memberantas rokok ilegal,” pungkasnya.
Berdasarkan hasil penelusuran media ini, berbagai merek rokok impor tanpa pita cukai dengan kemasan menarik ditemukan beredar di toko-toko kelontong wilayah Madura.
Menurut pemilik toko, rokok Oris isi 20 batang berukuran kecil persis rokok resmi Sampoerna Avolution banyak varian warna mulai dari warna kuning, Orange, Biru dan ada juga yang wana kuning kombinasi orange.
“Menurut salesnya yang ngantar rokok ini asal Batam, dan banyak lagi merek rokok dari Batam selain Oris ada Manchester, Magnate, Esse, Smith, dan Luffman, harganya macam-macam dari harga Rp. 18 ribu hingga Rp. 20 ribu tergantung saya mau jual,” beber pemilik toko yang berada di Jl. Raya Lenteng menuju Gandin, Sumenep pada media ini.












