SUMENEP, RINGSATU.Net — Kepala Desa (Kades) Lapa Laok, Sumenep, Imam Ghazali bungkam di tengah desakan pengusaha tambak menyusul adanya dugaan penyalahgunaan dana Swadaya Rp 460 juta, Senin (29/9/2025).
Dana tersebut dikumpulkan dari para pengusaha tambak pada tahun 2022, dengan dalih perbaikan akses jalan desa, namun tidak sepenuhnya digunakan sesuai rencana.
Kepala Desa Imam Ghazali disebut hanya merealisasikan Rp165,6 juta untuk pembangunan jalan Lapisan Penetrasi (LAPEN) di Dusun Buraja.
Sisanya Rp 294,4 juta, hingga kini tidak jelas keberadaannya dan diduga masuk kantong pribadi.
Permintaan kontribusi awal dilakukan dengan alasan kerusakan jalan desa akibat aktivitas tambak.
Para pengusaha pun patungan secara sukarela. Namun, niat baik itu justru dimanfaatkan secara tidak bertanggung jawab.
Kini, pihak desa kembali meminta sumbangan dengan modus serupa. Hal ini memicu kemarahan koordinator pengusaha tambak, Sap, menuntut transparansi dan pertanggungjawaban dana sebelumnya.
“Sisa dana Rp 294,4 juta itu ke mana, kok mau minta sumbangan lagi,” tegasnya.
Publik mendesak agar Imam Ghazali segera membuka data penggunaan dana dan menghentikan praktik manipulatif atas nama pembangunan desa.
Upaya konfirmasi media ini melalui pesan secara tertulis belum dijawab, Kepala Desa Lapa Laok, Imam Ghazali tidak kooperatif dan bungkam pada Minggu (28/9/2025).












