Berita

YLBH Madura Minta Audit Proyek P3-TGAI HIPPA “Melati Indah” Dari Lahan Warga Hingga Kualitas Konstruksi

178
×

YLBH Madura Minta Audit Proyek P3-TGAI HIPPA “Melati Indah” Dari Lahan Warga Hingga Kualitas Konstruksi

Sebarkan artikel ini
KOLASE FOTO: Dayat Mahjong, anggota Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Madura dan lokasi lahan tanah milik SP yang diduga diserobot
KOLASE FOTO: Dayat Mahjong, anggota Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Madura dan lokasi lahan tanah milik SP yang diduga diserobot

SUMENEP, RINGSATU.Net – Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2025 yang dilaksanakan di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan.

Dayat Mahjong, anggota Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Madura, menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap pelaksanaan proyek yang dikelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) “Melati Indah” tersebut.

Menurut Dayat, persoalan yang muncul tidak semata terkait dugaan penyerobotan lahan milik warga berinisial SP.

Ia menilai, terdapat indikasi bahwa pelaksanaan proyek ini menyimpan persoalan yang lebih kompleks dan perlu perhatian serius dari pihak terkait.

“Sinyalemen penyerobotan lahan memang menjadi salah satu isu, namun kami juga menemukan indikasi ketidaksesuaian teknis dalam pekerjaan fisik proyek, khususnya pada pemasangan batu gunung di dua sisi saluran irigasi,” ujar Dayat, Sabtu (13/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa batu gunung yang digunakan dalam konstruksi tersebut diduga tidak dipasang sesuai spesifikasi teknis yang semestinya.

“Batu-batu tersebut dipasang tanpa disertai adukan spesi, yang tentu saja berpotensi mengurangi kekuatan dan daya tahan struktur saluran,” tambahnya.

YLBH Madura mendorong agar instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pengawas teknis proyek, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan P3-TGAI di wilayah tersebut.

Transparansi dan akuntabilitas dinilai penting untuk memastikan bahwa proyek yang dibiayai dari anggaran negara ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat petani.

“Kami tidak dalam posisi menghambat pembangunan, tetapi justru ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar berdampak positif dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegas Dayat.

Hingga dua kali berita ini diturunkan, Kepala Desa Patean, Sumenep, M. Nurullah belum merspons konfirmasi media ini terkait indikasi penyerobotan lahan tanah milik inisial SP dampak proyek P3-TGAI yang dikelola oleh HIPPA “Melati Indah” melalui pesan singkat pada Jumat (12/12/2025) kemarin.

Sedangkan Ketua HIPPA “Melati Indah” Desa Patean juga belum dapat dikonfirmasi karena keterbatasan akses komunikasi.