Berita

Pengaruh Industri Rokok Lokal Bagi Kemajuan Ekonomi Petani Tembakau dan Buruh Pabrik

50
×

Pengaruh Industri Rokok Lokal Bagi Kemajuan Ekonomi Petani Tembakau dan Buruh Pabrik

Sebarkan artikel ini
Picsart 25 02 18 11 34 36 787
Dampak Positif Pengaruh Industri Rokok Terhadap Para Petani Tembakau dan Buruh Pabrik

SUMENEP, RINGSATU.Net – Hadirnya industri rokok lokal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tidak dapat dipungkiri mempunyai peran penting dalam meningkatkan dinamika sosial dan ekonomi Daerah.

Dampak positif ini pun dapat dirasakan langsung oleh para petani tembakau serta buruh pabrik dalam meningkatkan kualitas hidup.

“Dengan adanya pabrik rokok lokal di Sumenep kehidupan ekonomi para pertani tembakau dan buruh pabrik berangsur mulai ada peningkatan,” ujar Muhatip (53) warga Kecamatan Lenteng, Selasa (18/2/2025).

Pria paruh baya itu membeberkan bahwa, sebelum industri rokok lokal di Kabupaten Sumenep ada, harga tembakau tidak stabil dan minim, biaya tanam tembakau tidak sebanding dengan harga jual.

Dulu harga tembakau kering kisaran Rp 30.000,- hingga Rp 50.000,- /kilogram, namun sejak muncul industri rokok lokal harga tembakau kering jauh lebih baik dari sebelunya, dari mulai harga Rp. 50.000,- hingga Rp. 80.000,-/kilogramnya.

“Harga tembakau kering dulunya sangat murah dan itu pun kalau laku dan dibeli, adanya industri rokok lokal tentu saja sangat menguntungkan bagi para petani tembakau,” kata Muhatip.

Respons positif juga di katakan oleh hayati (40) warga Kecamatan Lenteng, bahwa kehidupan ekonomi keluarganya saat ini mulai membaik sejak bekerja di pabrik rokok.

Perempuan janda dua anak ini sejak bercerai dengan suaminya lima tahun yang lalu memilih menjadi wonder women dengan bekerja di pabrik rokok demi mau merubah pola hidupnya.

“Sejak berpisah dengan suami saya bekerja di pabrik rokok, Alhamdulillah saya bisa bantu orang tua hingga mampu menyekolahkan anak-anak,” ungkap hayati.

Hayati mengakui, adanya pabrik rokok lokal di Kabupaten Sumenep dapat membuka ruang gerak bagi masyarakat yang masih belum mendapatkan pekerjaan, apalagi masih seusia dirinya.

“Keuntungan tidak hanya terletak pada para buruh pabrik, tapi juga kepada seluruh masyarakat Sumenep yang notabenenya petani tembakau termasuk juga orang tua saya,” tukasnya.