Pemerintahan

Peduli Pendidikan, Bupati Dan Wakil Bupati Lumajang Beri Bantuan Sepatu Pada Anak Sekolah

39
×

Peduli Pendidikan, Bupati Dan Wakil Bupati Lumajang Beri Bantuan Sepatu Pada Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini
Foto: Wakil bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) nerikan langsung bantuan sepatu kepada murid SDN Randuagung 01
Foto: Wakil bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) nerikan langsung bantuan sepatu kepada murid SDN Randuagung 01

LUMAJANG, RINGSATU.Net – Di sebuah ruang kelas sederhana SDN Randuagung 01, suara tawa kecil memecah keheningan pagi, Di antara bangku-bangku kayu dan papan tulis yang mulai kusam, puluhan siswa tampak antusias menatap ke arah tamu istimewa yang datang membawa hadiah tak terduga, sepasang sepatu sekolah baru,” Rabu (23/7/2025).

Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadikan Randuagung bukan hanya titik koordinat dalam peta administrasi, tetapi panggung nyata untuk membuktikan bahwa keadilan sosial bisa hadir dalam bentuk paling sederhana.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha), turun langsung menyerahkan bantuan sepatu kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera, Aksi ini dilakukan dalam rangkaian program Setor Madu Sehari Mengantor di Kecamatan Terpadu.

Namun lebih dari program kerja, kehadiran mereka menyentuh langsung semangat para siswa yang selama ini berjuang belajar di tengah keterbatasan,Bagi sebagian besar anak Randuagung, sepatu baru bukan barang sehari-hari, Ini adalah kemewahan yang sering tertunda oleh himpitan ekonomi keluarga.

“Pendidikan itu bukan soal ruang kelas saja, tapi bagaimana anak-anak bisa melangkah ke sana dengan percaya diri,” ujar Bunda Indah, seraya membantu seorang siswa memakaikan sepatu di kaki kecilnya yang penuh debu.

Anak itu tersenyum malu-malu, Matanya berbinar seolah tak percaya, Di tangannya, ia menggenggam kotak sepatu sekuat mungkin, seperti sedang menggenggam masa depannya sendiri.

Dalam pandangan mata anak-anak itu, sepatu bukan hanya pelindung kaki melainkan lambang harga diri, semangat baru untuk menempuh pendidikan, dan bukti bahwa mereka tidak dilupakan.

“Banyak dari mereka datang ke sekolah dengan sandal rusak, bahkan kadang tanpa alas kaki, Tapi mereka tetap datang. Itu semangat yang luar biasa, dan kami harus dukung,” tambah Mas Yudha.

Program pembagian sepatu ini menyasar siswa-siswa yang selama ini kesulitan secara ekonomi. Meski jumlahnya belum masif, maknanya jauh lebih besar, Di desa seperti Randuagung, intervensi kecil bisa menyalakan bara semangat yang lama tertidur.

Seorang guru kelas, Ibu Lilis, berkisah bahwa beberapa siswanya kerap menempuh jarak hampir dua kilometer untuk sampai ke sekolah, Bayangkan kalau hujan, Jalan becek, kaki lecet, tapi mereka tetap datang. Karena mereka tahu, hanya dengan belajar, mereka bisa punya masa depan,” katanya.

Dengan sepatu baru yang nyaman, para siswa kini bisa berjalan lebih ringan, lebih cepat, dan lebih percaya diri, Ini bukan sekadar soal kenyamanan fisik, tapi juga kesehatan mental dan motivasi belajar.

Momen pembagian sepatu pun menjadi ruang untuk membangun kedekatan emosional antara pemimpin daerah dan warganya, Bukan dari balik podium, tetapi lewat gerakan kecil yang menyentuh hati.

“Saya merasa seperti anak-anak saya sendiri, Kami ingin mereka tahu, bahwa mereka penting. Bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan menuntut ilmu,” ucap Bunda Indah.

Setiap langkah kecil yang mereka ambil dengan sepatu baru itu, adalah langkah menuju harapan yang lebih besar, Menuju mimpi yang dulu terasa terlalu jauh.

Program ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia bukan hanya soal infrastruktur besar, tetapi tentang bagaimana menghadirkan keadilan mulai dari kaki-kaki mungil yang kerap luput dari perhatian.

Di tengah gegap-gempita isu nasional, kisah anak-anak Randuagung adalah oase yang menunjukkan bahwa perhatian lokal bisa menjadi solusi global, jika dijalankan dengan empati dan ketulusan.

“Ke depan, Pemkab Lumajang berkomitmen untuk melanjutkan program serupa ke desa-desa lain, Karena menurut Mas Yudha Setiap anak dari ujung desa hingga pusat kota, punya hak yang sama untuk memulai hari dengan semangat belajar.

Langit Randuagung sore itu cerah. Anak-anak berlarian di halaman sekolah, memamerkan sepatu barunya satu sama lain, Di balik keceriaan itu, ada optimisme baru yang tumbuh, bahwa masa depan yang cerah bisa dimulai dari sepasang sepatu dan kepercayaan diri.