PASANG IKLANMU DISINI
Pemerintahan
Beranda » Satgas MBG Pamekasan Siap Tindaklanjuti Evaluasi BGN, Puluhan Dapur Jadi Sorotan

Satgas MBG Pamekasan Siap Tindaklanjuti Evaluasi BGN, Puluhan Dapur Jadi Sorotan

PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur segera menindaklanjuti sejumlah catatan dari Badan Gizi Nasional terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat.

Ketua Satgas MBG Pamekasan, Sukriyanto, mengungkapkan bahwa terdapat empat poin evaluasi dari BGN usai pertemuan dengan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di Azana Style Hotel, Rabu (15/4/2026).

Pendak Songo Gatra ke-9: Gatra Yunior Ukir Sejarah, Ludruk Anak Perdana Hadirkan Kisah Asal Mula Sumber Winong

Ia menjelaskan, salah satu catatan utama adalah sekitar 45 dapur atau SPPG yang perlu dilakukan perbaikan dengan tetap mengacu pada petunjuk teknis dari BGN.

Selain itu, pengelola SPPG diminta terus meningkatkan kualitas layanan, memastikan dapur memenuhi standar kelayakan, serta menindaklanjuti sejumlah dapur yang disuspend akibat persoalan kebersihan, kelengkapan fasilitas, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Langkah dari Satgas, dalam satu pekan ke depan akan menindaklanjuti beberapa catatan yang menjadi hasil musyawarah tersebut,” tegasnya, Kamis (16/4/2026).

Universari Pertama Sakera Lumajang: Satu Tahun Berkarya, Teguhkan Komitmen Demi Kepentingan Masyarakat

Ia menekankan, pengelola SPPG harus segera melakukan perbaikan sesuai rekomendasi agar distribusi program MBG kepada penerima manfaat berjalan optimal.

Menurutnya, Satgas akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap seluruh SPPG. Jika rekomendasi tersebut diabaikan, pihaknya tidak segan melaporkan kembali kepada BGN untuk ditindaklanjuti.

Anak di Bawah Umur Diduga Dikeroyok di Sumenep, Kepala Robek, Terlapor Belum Ditahan

“Satgas akan terus memantau dan mengawasi seluruh SPPG. Jika tetap mengabaikan dan tidak memenuhi rekomendasi tersebut akan dilaporkan ulang ke BGN. Kemudian nanti kebijakan dari BGN, apa mau suspend atau tutup,” tegasnya.