Berita

Rabat Beton Rp150 Juta Gagal Fungsi, Pokmas ‘Budi Pekerti’ Jadi Sorotan

91
×

Rabat Beton Rp150 Juta Gagal Fungsi, Pokmas ‘Budi Pekerti’ Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Kegiatan Proyek Pembangunan jalan rabat beton Lokasi I di Desa Pamolokan, Sumenep
FOTO: Kegiatan Proyek Pembangunan jalan rabat beton Lokasi I di Desa Pamolokan, Sumenep

SUMENEP, RINGSATU.Net – Proyek Pembangunan jalan rabat beton senilai Rp150 juta yang dikerjakan Kelompok Masyarakat (Pokmas) “Budi Pekerti” di Desa Pamolokan, Sumenep, kini menuai sorotan, Senin (6/10/2025).

Pekerjaan yang bersumber dari APBD 2025 melalui Dinas Ketenagakerjaan ini, mengalami kerusakan signifikan hanya beberapa bulan usai rampung.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, kondisi rabat beton yang dibagi menjadi empat titik lokasi terpantau tidak lagi padat, bahkan sebagian besar sudah gembur dan terkelupas.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kualitas pekerjaan dan efektivitas pengawasan dari pihak dinas terkait.

Picsart 25 10 06 11 18 42

 

Anggota YLBH – Dayat Mahyong menyayangkan lemahnya kontrol teknis atas proyek tersebut.

Ia mendorong Inspektorat Kabupaten Sumenep untuk segera melakukan audit menyeluruh dan memastikan pertanggungjawaban atas penggunaan dana tersebut.

“Ini bukan sekadar kerusakan teknis, tapi cerminan dari lemahnya tata kelola proyek berbasis masyarakat yang seharusnya jadi contoh,” ungkapnya.

Publik berharap kejadian serupa tidak berulang dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat memberikan penjelasan yang transparan serta solusi konkret atas kondisi jalan tersebut.

Hingga berita ini dirilis, Ketua Pokmas “Budi Pekerti” belum dapat dimintai keterangan karena keterbatasan akses komunikasi.