Pemerintahan

Pj Bupati Masrukin Pimpin Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan 2025

10
×

Pj Bupati Masrukin Pimpin Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Pangan 2025

Sebarkan artikel ini
IMG 20260415 WA0021

PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Penjabat Bupati Pamekasan, Masrukin, bersama jajaran Forkopimda mengikuti gerakan penanaman jagung serentak seluas satu juta hektare di Dusun Batu Putih, Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (21/1/2025).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang ditargetkan tercapai pada 2025. Penanaman jagung serentak ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan global.

Sebelum turun ke lahan, Masrukin bersama unsur Forkopimda terlebih dahulu mengikuti rapat virtual bersama Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman.

Zoom meeting tersebut terpusat di Desa Karangmukti, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, dan diikuti jajaran kepolisian serta pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Program penanaman jagung satu juta hektare ini merupakan hasil kolaborasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat cadangan pangan nasional.

Masrukin menegaskan, gerakan tanam jagung serentak bukan hanya sekadar kegiatan simbolis, tetapi bentuk nyata komitmen lintas sektor dalam menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga lembaga peradilan menjadi modal penting untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat, khususnya di wilayah Pamekasan.

Ia berharap program ini dapat mendorong tercapainya swasembada jagung sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, langkah tersebut diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah maupun nasional.

Dalam kesempatan itu, Masrukin bersama Forkopimda juga menyerahkan bantuan bibit jagung dan pupuk secara simbolis kepada petani setempat, sebelum akhirnya melakukan penanaman bersama di lahan pertanian.