Pemerintahan

Upacara Hari Jadi ke-495 Pamekasan Berlangsung Khidmat, Bupati Tekankan Pelestarian Bahasa dan Budaya

11
×

Upacara Hari Jadi ke-495 Pamekasan Berlangsung Khidmat, Bupati Tekankan Pelestarian Bahasa dan Budaya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260419 WA0006

PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Upacara peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan yang digelar di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati berlangsung khidmat, Senin (3/11/2025).

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Dalam pelaksanaannya, Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman yang bertindak sebagai inspektur upacara menggunakan bahasa Madura. Penggunaan bahasa daerah itu menjadi salah satu upaya menjaga dan melestarikan identitas lokal.

Usai upacara, Bupati Pamekasan menyampaikan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah daerah.

“Peringatan Hari Jadi menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mengenang perjalanan sejarah dan melestarikan budaya lokal,” katanya.

Ia menambahkan, peringatan tersebut juga menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk memahami nilai-nilai sejarah yang dimiliki Kabupaten Pamekasan.

“Hari Jadi ini mengingatkan kita agar tidak melupakan sejarah. Di dalamnya ada banyak pelajaran yang bisa menjadi panduan bagi masa depan kita,” tandasnya.

Mantan anggota DPR RI itu menjelaskan, penggunaan bahasa Madura dalam upacara memiliki makna penting karena bahasa merupakan bagian dari jati diri masyarakat yang harus dijaga.

Selain itu, Pamekasan juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat sebagai salah satu daerah yang konsisten melestarikan bahasa daerah.

“Pamekasan masuk salah satu dari sepuluh daerah di Indonesia yang mendapat apresiasi itu. Bahasa Madura adalah bagian dari identitas kita. Jika bahasa ini ditinggalkan, perlahan identitas itu juga akan hilang,” tambahnya.

Ia berharap masyarakat tetap mempertahankan karakter budaya lokal di tengah perkembangan zaman, karena kearifan lokal menjadi salah satu kekuatan daerah.

“Bahasa dan budaya adalah fondasi peradaban yang harus kita rawat. Kami berharap, ayo kita rawat bersama,” pungkasnya.