Pemerintahan

Bupati Pamekasan Lantik 8 PPPK, Tekankan Makna Sumpah dan Integritas Kerja

24
×

Bupati Pamekasan Lantik 8 PPPK, Tekankan Makna Sumpah dan Integritas Kerja

Sebarkan artikel ini
IMG 20260421 WA0014

PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman melantik delapan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (23/9/2025) siang.

Delapan PPPK yang dilantik tersebut yakni Sri Wahyuni, S.Pd (guru SMP Negeri 1 Kadur), Nurul Lailatus Saqiyah, A.Md. Farm (UPT Instalasi Farmasi Kesehatan Dinas Kesehatan), dr. Shofi Nur Aidah Husen (Bidang Pelayanan Medis RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo), dr. Moh. Hasan Basri (Bidang Pelayanan Medis RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo).

Selain itu, Faridatun Sriwahyuni, A.Md. RMIK (Rumah Sakit Umum Daerah Waru), Anni Laili Farihah, A.Md., RO (Bidang Pelayanan Penunjang Medis dan Farmasi RSUD Dr. H. Slamet Martodirjo), Orizal Bahtiar (Sub Bagian Tata Usaha UPT Puskesmas Kowel), serta Agus Fajariyati Ningsih, S.Mat (Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran).

Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman mengingatkan agar sumpah jabatan yang telah diucapkan tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar dimaknai sebagai komitmen dalam menjalankan tugas.

“Saya berharap sumpah itu tidak sekadar diucapkan di lisan, akan tetapi dapatnya dipahami dengan hati yang tulus dan penuh keyakinan. Sehingga menjadi janji dan komitmen saudara,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa sumpah tersebut harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada diri sendiri dan masyarakat, tetapi juga kepada bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.

“Berhasil tidaknya karir saudara ke depan akan bergantung seberapa jauh saudara memiliki iktikad baik untuk bekerja dengan tulus dan ikhlas. Ketika bekerja dengan tulus dan ikhlas saya yakin karir saudara akan berhasil,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta para PPPK yang baru dilantik untuk bekerja secara jujur, tertib, teliti, dan penuh tanggung jawab demi kepentingan negara.

Menurutnya, sumpah jabatan juga dapat menjadi pengingat sekaligus pengawas pribadi dalam menjalankan tugas tanpa harus bergantung pada pengawasan pihak lain.

“Sumpah itu akan menjadi inspirasi dan sumber motivasi untuk bekerja dengan baik, tanpa merasa terbebani dengan adanya pengawasan, baik oleh atasan maupun pihak yang lain. Karena sumpah itu menjadi pengawas pribadi,” tambahnya.

Ia berharap seluruh aparatur yang dilantik dapat menjalankan tugas sesuai ketentuan perundang-undangan, mengingat tidak semua orang mendapatkan kesempatan tersebut.

“Karena teman-teman sejawat saudara masih banyak yang belum mendapatkan pengakuan sebagai PPPK,” pungkasnya.