Pemerintahan

Gegara Rokok Ilegal Negara Babak Belur, Industri Nasional Tersungkur, DPRD Jatim Desak Satgas Independen

31
×

Gegara Rokok Ilegal Negara Babak Belur, Industri Nasional Tersungkur, DPRD Jatim Desak Satgas Independen

Sebarkan artikel ini
Foto: NUR FAIZIN, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi-PKB
Foto: NUR FAIZIN, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi-PKB

RINGSATU.Net – Peredaran rokok ilegal yang semakin masif khususnya di wilayah Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan serius. Selain menyebabkan kerugian besar bagi negara akibat kebocoran pendapatan dari sektor cukai, Fenomena ini juga memukul telak industri rokok resmi yang selama ini taat pada regulasi perpajakan, Senin (8/9/2025).

Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, Nur Faizin menyampaikan keprihatinannya atas lemahnya pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal, baik hasil produksi lokal maupun impor dari luar daerah.

Menurutnya, kondisi ini telah menciptakan ketimpangan dalam iklim usaha serta menurunkan daya saing industri rokok resmi.

“Negara mengalami kerugian sangat besar. Saya mendukung dilakukan audit independen terhadap kinerja Bea Cukai dan pembentukan Satgas yang melibatkan KPK, BPK, serta lembaga terkait lainnya,” ujar Nur Faizin, dikutip dari akun Tiktok resminya di Fraksi-PKB Jatim pada Sabtu (6/9/2025).

Ia juga mendesak Komisi XI DPR RI untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan dan penegakan hukum di sektor pertembakauan, khususnya yang berkaitan dengan cukai.

Senada dengan itu, Victor Rachmad Hartono Direktur Utama PT. Djarum, turut mengeluhkan dampak peredaran rokok ilegal yang makin tak terbendung.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah melalui akun TikTok “Berimbang.com”, Ia mengungkapkan bahwa penjualan rokok legal menurun di atas 5 persen, bahkan lebih parah dibanding masa pandemi Covid-19.

“Penurunan ini terjadi karena daya beli masyarakat anjlok. Harga rokok resmi kian mahal imbas kenaikan cukai. Akibatnya, masyarakat beralih ke rokok ilegal yang harganya jauh lebih murah. Dan rokok ilegal paling banyak berasal dari Jawa Timur,” beber Victor.