SUMENEP, RINGSATU.Net – Proyek pembangunan saluran irigasi di Desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menjadi sorotan publik setelah diketahui tidak dilengkapi papan informasi sejak awal pelaksanaan.
Proyek yang dilaksanakan melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) “Melati Tumpuk” ini menuai kritik terkait buruknya kualitas pekerjaan dan minimnya keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Ketiadaan papan informasi proyek tidak hanya menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi anggaran dan pelaksana kegiatan, tetapi juga memicu kekhawatiran akan kualitas pekerjaan yang tengah berlangsung.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan indikasi lemahnya kualitas konstruksi, khususnya pada campuran spesi yang digunakan.
Spesi yang seharusnya menjadi pengikat kuat antara batu dan semen justru tampak gembur meski telah mengering, menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan saluran irigasi tersebut dalam jangka panjang.
Sejumlah warga menyampaikan keprihatinan mereka terhadap kondisi ini. Mereka menilai bahwa proyek yang seharusnya menjadi solusi atas kebutuhan irigasi pertanian justru berpotensi tidak memberikan manfaat maksimal jika tidak segera dilakukan perbaikan.
“Kami berharap ada evaluasi menyeluruh dan perombakan terhadap pekerjaan yang sudah ini tengah berjalan. Campuran semen harus diperbaiki agar saluran ini bisa bertahan lama dan benar-benar bermanfaat bagi petani,” ujar salah satu warga setempat, Senin (17/11/2025).
Pentingnya transparansi dan kualitas dalam pelaksanaan proyek infrastruktur desa menjadi sorotan utama dalam kasus ini.
Diharapkan pihak terkait, baik pelaksana proyek maupun instansi pengawas, dapat segera merespons keluhan masyarakat dan memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai standar teknis dan prinsip akuntabilitas publik.
Hingga berita diturunkan, ketua pelaksana P3A Melati Tumpuk Desa Banaresep Barat belum dapat dikonfirmasi karena keterbatasan akses komunikasi.












