PASANG IKLANMU DISINI
Berita
Beranda » Petani Tagih Haknya, Ketua Bumdes Mawar Desa Banaresep Barat Akui Belum Bayar Upah

Petani Tagih Haknya, Ketua Bumdes Mawar Desa Banaresep Barat Akui Belum Bayar Upah

FOTO: Lahan Ketahanan Pangan Milik Bumdes Mawar, menurut informasi lahan tersebut telah dikelola secara mandiri oleh warga
FOTO: Lahan Ketahanan Pangan Milik Bumdes Mawar, menurut informasi lahan tersebut telah dikelola secara mandiri oleh warga

SUMENEP, RINGSATU.Net – Seorang petani bernama Novil, warga Desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep, menyampaikan keluhannya terkait upah kerja yang belum dibayarkan dalam program ketahanan pangan desa yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) “Mawar”.

Program tersebut diketahui bersumber dari alokasi 20 persen Dana Desa (DD) Tahun 2025.

Novil mengaku telah bekerja selama satu bulan penuh di lahan ketahanan pangan desa dengan janji upah Rp140 ribu per hari, namun hingga kini belum menerima pembayaran.

BBM Menipis di SPBU Sumenep, Efek Domino Kenaikan Pertamax Mulai Menghantam

Ia mengungkapkan sudah lima kali mencoba menghubungi dan mendatangi Ketua Bumdes, Atik, untuk menagih haknya, namun belum mendapat kepastian.

“Saya bekerja untuk menafkahi istri dan dua anak saya. Tapi sampai sekarang belum juga dibayar,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bumdes Mawar, Atik, membenarkan bahwa upah Novil memang belum dibayarkan secara penuh.

Pelaku Usaha Lokal “Putera Sumekar” Dukung Sukses Pembangunan Koperasi Merah Putih di Sumenep

Namun ia menyatakan bahwa Novil tidak bekerja secara utuh selama satu bulan, meski tidak merinci lebih lanjut durasi kerja yang dimaksud.

“Pembayarannya masih menunggu pencairan, bahkan kami sedang berupaya mencarikan pinjaman dulu,” jelas Atik.

Meskipun demikian, Atik tidak menjelaskan secara rinci jenis pencairan yang dimaksud. Ia berkomitmen untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya.

Tumpukan Material Proyek Bahu Jalan Provinsi: Mengganggu Pengguna Jalan Juga Diselimuti Ketidakjelasan Anggaran

Persoalan ini mencerminkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan desa, khususnya program yang menyentuh langsung masyarakat kecil seperti ketahanan pangan.

Sementara informasi yang berkembang, bahwa lahan Bumdes tersebut saat ini telah dikelola oleh warga secara mandiri, sementara media ini masih dalam penelusuran lebih lanjut terkait kebenaran isu tersebut.

Garam Keluarga Santri Meriahkan Semarak Muharram dan Penguatan Ekonomi Syariah Menuju Bondowoso Berkah