SUMENEP, RINGSATU.Net – Sejumlah warga Desa Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, mendesak Pj Kepala Desa, Ach. Jufri, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek pembangunan saluran irigasi yang saat ini sedang berjalan melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) “Melati Tumpuk”.
Desakan tersebut muncul akibat adanya kekhawatiran warga terhadap kualitas pekerjaan, khususnya pada penggunaan spesi (campuran pasir dan semen) yang dinilai tidak sesuai standar teknis.
Warga menemukan bahwa spesi yang seharusnya berfungsi sebagai pengikat kuat antara batu dan semen tampak gembur dan mudah terkelupas, bahkan dalam kondisi telah mengering.
“Kami khawatir jika pekerjaan ini dibiarkan tanpa pengawasan ketat, maka saluran irigasi ini tidak akan bertahan lama. Padahal, ini adalah infrastruktur penting bagi petani,” ujar salah satu warga, Sabtu (22/11/2025).
Mereka berharap Pj Kades tidak hanya menerima laporan administratif dari pelaksana, namun juga harus aktif melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan masyarakat.
Proyek saluran irigasi ini semestinya menjadi sarana pendukung bagi peningkatan produktivitas pertanian.
Namun jika kualitas pembangunan diragukan, maka keberlanjutan dan manfaatnya juga ikut terancam.
Pj Kades Ach. Jufri maupun ketua P3A “Melati Tumpuk” hingga dua kali berita ini diterbitkan belum memberikan klarifikasi dan tanggapan resmi mengenai pekerjaan tersebut.
Masyarakat berharap ada sikap responsif agar proyek yang dibiayai dari dana publik ini benar-benar memberi manfaat jangka panjang, bukan sekadar formalitas fisik semata.












