PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Pemerintah Kabupaten Pamekasan di bawah kepemimpinan Bupati Dr. KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati H. Sukriyanto menggelar kegiatan Refleksi 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati pada Selasa (1/7/2025) malam di Monumen Arek Lancor.
Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dihadiri ratusan peserta, mulai dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, Forkopimca, para tokoh masyarakat, hingga lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan menyampaikan berbagai capaian selama 100 hari kerja sejak pelantikan hingga 26 Juni lalu. Program yang disorot mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, kesehatan, pelayanan publik, hingga penataan kota.
“Program 100 hari hanyalah pemantik dari kegiatan besar yang akan terus kita lakukan selama lima tahun ke depan,” ujarnya di hadapan hadirin.
Beberapa capaian yang dipaparkan antara lain inovasi Pelayanan Paduka, yaitu pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan agar masyarakat tidak lagi harus mengantri di Dinas Capil. Selain itu, program Pesantren Tangguh juga diperkenalkan untuk mendorong kemandirian pondok pesantren, termasuk pengelolaan sampah dan pelatihan santri preneurship di 20 pesantren.
Di sektor pertanian, Bupati menyoroti program Petani Bangkit melalui panen raya padi dan temu bicara dengan kelompok tani yang dinilai berhasil meningkatkan semangat petani. Sementara di sektor tata kota, Bupati menjelaskan program Restorasi Pamekasan Berteman yang meliputi penataan lampu hias di Monumen Arek Lancor, penataan PKL, pemberian gerobak, hingga penataan gerbang masuk kota.
Bupati juga memohon maaf kepada para pedagang kaki lima (PKL) jika terdapat penertiban oleh Satpol PP. Ia menekankan agar petugas tidak melupakan nilai kemanusiaan dalam setiap penindakan.
Program lain yang menjadi perhatian adalah Peternak Digdaya, dengan penguatan peternak sapi lokal yang berhasil mendapat apresiasi Presiden untuk sapi kurban. Sementara di bidang kesehatan, layanan seperti cek kesehatan gratis, kampung lansia sehat, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa bagi ODGJ juga terus digencarkan.
“Kami juga mencanangkan program Tidak Ada Rumah Tanpa Penghasilan, artinya ke depan akan kita dorong pemerataan home industry agar setiap rumah tangga memiliki penghasilan meskipun kecil,” terang Bupati.
Tak lupa, sektor pendidikan, keagamaan, hingga penguatan seni dan budaya disebut akan terus dikembangkan agar Pamekasan tidak menjadi kota mati, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai leluhur.
Sementara itu, Wakil Bupati menambahkan bahwa capaian 100 hari kerja ini baru tahap awal. Ia meminta dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat agar program di bidang infrastruktur, kesehatan, dan sektor lainnya dapat berjalan lebih maksimal.
“Kami Bupati dan Wakil Bupati dari awal pelantikan hingga hari ini tetap harmonis, semangat, dan kokoh bekerja bersama. Kami mohon doa agar tetap bersama-sama membangun Pamekasan yang lebih baik,” tuturnya.
Kegiatan refleksi ini ditutup dengan harapan besar agar pemerintah dan masyarakat terus bersinergi demi mewujudkan Pamekasan yang lebih maju dan berdaya saing di masa mendatang.












