PASANG IKLANMU DISINI
Pemerintahan TNI
Beranda » TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Desa Jarin, Pemkab Pamekasan Dukung dengan Hibah Rp2 Miliar

TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Desa Jarin, Pemkab Pamekasan Dukung dengan Hibah Rp2 Miliar

FOTO : Personel gabungan pada kegiatan TMMD ke-130 lakukan sesi foto bersama seusai kegiatan.
FOTO : Personel gabungan pada kegiatan TMMD ke-130 lakukan sesi foto bersama seusai kegiatan.

PAMEKASAN, RINGSATU.Net – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 resmi dibuka di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Selasa (13/10/2026). Mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, pelaksanaan TMMD menjadi salah satu bentuk nyata sinergi TNI bersama masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

TMMD ke-130 di Desa Jarin dijadwalkan berlangsung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Sebanyak 150 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemkab, Linmas, mahasiswa dan santri dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Polemik Tiang Teras Rumah Makan Jalan Desa Milik H. Halik Sepakat Diukur Ulang

Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, S.H., M.Han., mengatakan Desa Jarin dipilih sebagai lokasi TMMD karena wilayah tersebut belum pernah tersentuh program serupa dan kondisi infrastrukturnya masih tertinggal.

“Desa Jarin ini belum pernah tersentuh program TMMD, sehingga kita memilih Desa Jarin ini sebagai tempat untuk kita bangun bersama. Infrastruktur Desa Jarin di Pademawu ini masih tertinggal, sehingga kita prioritaskan,” kata Dandim.

Ia menjelaskan, Desa Jarin memiliki luas wilayah sekitar 4,94 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 4.678 jiwa. Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam mendukung pelaksanaan TMMD juga cukup tinggi.

Djavaloka Bistro Hadir di Pamekasan, Tawarkan Kuliner Smoked Meat dan Cigarette Experience

“Antusiasme warga luar biasa. Pra-TMMD jalan baru 450m + TPT sudah 27%, warga langsung bantu. TMMD bukan milik TNI saja, milik kita semua!” tegas Dandim.

Pada sasaran fisik, Dandim menerangkan TMMD mencakup pengaspalan tiga ruas jalan yang berada di Dusun Morsoksok, Dusun Barat, dan Dusun Kotalon. Masing-masing ruas memiliki panjang 550 meter, 320 meter, dan 600 meter, sehingga total jalan yang akan diaspal mencapai 1.470 meter atau sekitar 1,5 kilometer.

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar ke-35 NU ke KPK

“Selain itu, Satgas TMMD membangun jalan baru sepanjang 450 meter, dengan lebar sekitar 3,1 meter, dilengkapi tanggul penahan tanah (TPT),” jelasnya.

Pembangunan tersebut ditujukan untuk memperbaiki akses masyarakat yang sebelumnya masih terbatas dan menyulitkan kendaraan roda empat untuk melintas.

“Pekerjaan lainnya, meliputi pembangunan saluran air sepanjang sekitar 400 meter, pemasangan satu unit box culvert atau gorong-gorong, serta satu unit mandi, cuci, kakus (MCK) di Dusun Paninggin,” tambahnya.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik yang menyasar peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.

“Antara lain penyuluhan pertanian, bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, BPJS Kesehatan, keluarga berencana, administrasi kependudukan, pengurusan sertifikat tanah, UMKM, pencegahan stunting, dan Posyandu,” jelas Dandim.

Satgas TMMD juga merencanakan penanaman sebanyak 500 pohon trembesi di sepanjang jalan yang sedang dibangun. Pelaksanaan program turut melibatkan masyarakat, mahasiswa, santri, serta unsur kepemudaan sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi warga.

“Pelibatan masyarakat, mahasiswa, santri, dan unsur kepemudaan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sekaligus memperkuat partisipasi warga,” tegasnya.

Dari sisi anggaran, Dandim memaparkan bahwa program TMMD ke-130 mendapat dukungan sebesar Rp338 juta dari Mabes TNI AD dan Rp2 miliar dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Seluruh sasaran pekerjaan ditargetkan rampung pada saat penutupan TMMD pada 11 November 2026.

Dukungan terhadap pelaksanaan TMMD juga disampaikan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman. Pemerintah daerah, memberikan dukungan baik dari sisi pemikiran maupun anggaran hibah sebesar Rp2 miliar.

“Dukungan kami dari sisi pemikiran sudah bersama-sama berjalan. Alhamdulillah seperti tahun sebelumnya kita sediakan anggaran 2 miliar dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan,” ungkap Bupati.

Ia mengatakan, pelaksanaan TMMD sebelumnya di wilayah Kecamatan Tlanakan telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga secara sukarela turut mendukung pelaksanaan pembangunan sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih besar dibandingkan anggaran yang tersedia.

“Sangat terasa sekali, terbukti dengan pembangunan di wilayah Tlanakan tahun lalu masyarakat sangat terbantu. Karena mereka bekerja tanpa bayaran. Sehingga anggaran yang hanya sekian akan menghasilkan nanti jauh lebih besar daripada anggarannya. Enggak ada yang bayaran, enggak ada. Membuktikan darma bakti kita kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Bupati menilai TMMD menjadi salah satu solusi strategis dalam mempercepat pembangunan desa melalui semangat gotong royong. Ia juga berharap kegiatan tersebut semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Untuk memperkuat kebersamaan tersebut, Bupati berencana menghadiri kegiatan bersama masyarakat pada malam terakhir pelaksanaan TMMD.

“Nanti di malam terakhir saya ingin ada semacam sayonara gitu ya. Saya ingin semuanya berkumpul dan kalau saya pas kosong, saya pasti hadir. Saya ingin lebih dekat dengan masyarakat,” tutup Bupati.

Melalui pelaksanaan TMMD ke-130 ini, pembangunan infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat berjalan sesuai sasaran serta memberikan manfaat bagi warga Desa Jarin dan sekitarnya.

Penulis : Diah Khairunnisa

Editor : Matirda

Komentar

Tinggalkan Balasan