PASANG IKLANMU DISINI
Sosial
Beranda » Krisis Air Bersih Mencekik Sampang, Program Sejuta Liter Mulai Digulirkan FSS dan Pemkab

Krisis Air Bersih Mencekik Sampang, Program Sejuta Liter Mulai Digulirkan FSS dan Pemkab

FOTO : Bupati Sampang dan Ketua PKK Kabupaten Sampang bersama Forum Sampang Sehat (FSS) bersama masyarakat saat mendistribusikan program sejuta liter air bersih hari pertama di desa Gunung Rancak
FOTO : Bupati Sampang dan Ketua PKK Kabupaten Sampang bersama Forum Sampang Sehat (FSS) bersama masyarakat saat mendistribusikan program sejuta liter air bersih hari pertama di desa Gunung Rancak

SAMPANG, RINGSATU.Net – Kekeringan kian mencekik warga di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Selama berbulan-bulan, masyarakat harus berjibaku mendapatkan air bersih, bahkan sebagian terpaksa merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, Forum Sampang Sehat (FSS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dan sejumlah badan usaha serta lembaga lainnya menggulirkan program kemanusiaan berupa bantuan sejuta liter air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

UMKM ingin Tumbuh,Sekarkijang Perkuat Jalan Menuju Pasar Digital

Program tersebut melibatkan sejumlah BUMD, perusahaan swasta, lembaga sosial, rumah sakit, klinik, hingga institusi pemerintah. Di antaranya Bank Sampang, RSMZ, PT GSM, Perumda Trunojoyo, PT SSS, Baznas Sampang, RS Sukma Wijaya, RS Qonaah, RS Nindhita, Klinik Amin Medical Center, Klinik Mata, dan Kejaksaan Negeri Sampang.

Penyaluran perdana menyasar warga Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Senin (7/9/2026). Program tersebut sebelumnya dilepas secara simbolis oleh Bupati Sampang Slamet Junaidi di Pendopo Trunojoyo.

Setibanya di lokasi, Bupati Slamet Junaidi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sampang turut menyerahkan bantuan air bersih kepada masyarakat. Penyaluran juga disaksikan Kapolsek Robatal AKP Budi Purnomo, Danramil Robatal Muzammil, jajaran Pemerintah Desa Gunung Rancak, serta pengurus Forum Sampang Sehat.

Operasi Tumpas Narkoba 2026, Polres Lumajang Ungkap 23 Kasus dan Tangkap 29 Tersangka

Antusiasme warga terlihat saat mobil pengangkut air tiba. Masyarakat secara bergelombang mendatangi lokasi untuk memperoleh air bersih yang dibagikan secara gratis.

Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial. Air bersih menjadi kebutuhan yang semakin sulit diperoleh setelah kekeringan berlangsung selama berbulan-bulan.

Dugaan Gratifikasi dan Jual Beli Titik MBG Terendus Publik, Oknum Kepala SPPG Lumajang Dilaporkan ke Kejati Jatim

Holijah, warga Desa Gunung Rancak, mengaku kondisi kemarau tahun ini terasa jauh lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, keterbatasan sumber air membuat warga harus membeli air untuk kebutuhan rumah tangga. Harganya pun tidak murah.

“Musim kemarau tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. Sekarang sangat sulit mendapatkan air. Kadang masyarakat rela membeli satu mobil pikap air dengan harga Rp150 ribu hingga Rp200 ribu. Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Sampang dan Forum Sampang Sehat atas bantuan air bersih gratis ini,” ujar Holijah.

Ketua Forum Sampang Sehat (FSS), Siti Farida, mengatakan program sejuta liter air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

Distribusi air bersih tidak hanya berhenti di Gunung Rancak. FSS menargetkan bantuan menyasar sedikitnya lima kecamatan, yakni Robatal, Kedungdung, Sreseh, Tambelangan, dan Karang Penang.

“Untuk kali ini kami dari Forum Sampang Sehat menggandeng beberapa BUMD Kabupaten Sampang dan pihak swasta untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau,” kata Siti Farida.

Pada penyaluran perdana, sekitar 2.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat Desa Gunung Rancak.

Penyaluran selanjutnya akan dilakukan secara bertahap dengan menyasar desa-desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.

Farida mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi gambaran bahwa persoalan air bersih di sejumlah wilayah Sampang masih cukup serius.

Terlebih, sejumlah daerah disebut telah menghadapi kekeringan dan krisis air bersih selama kurang lebih empat bulan.

“Harapannya masyarakat bisa terbantu dengan kegiatan ini, memberikan kehidupan yang lebih baik dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Sebab, air bersih merupakan salah satu sumber kehidupan,” tuturnya.

Warga Harap Bantuan Tak Sekadar Seremonial

Apresiasi juga disampaikan Plt Kepala Desa Gunung Rancak, Mohammad Fauzan. Ia menyebut bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Menurut Fauzan, Desa Gunung Rancak termasuk wilayah yang mengalami kekeringan cukup ekstrem. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat harus membeli air dengan harga yang cukup tinggi.

“Program bantuan sejuta liter air bersih yang diinisiasi Forum Sampang Sehat bersama Pemkab Sampang ini sangat membantu warga kami. Di wilayah Desa Gunung Rancak memang sulit mendapatkan air akibat kekeringan. Bahkan, warga terkadang harus membeli air meskipun harganya mahal,” ujarnya.

Fauzan berharap distribusi air bersih tidak berhenti pada penyaluran perdana. Bantuan diharapkan terus berlanjut selama musim kemarau, terutama bagi desa-desa yang sumber airnya mulai mengering.

Sebab, bagi masyarakat di wilayah terdampak, persoalan air bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan menyangkut kebutuhan dasar untuk minum, memasak, mandi, dan menjaga kesehatan keluarga.

Program sejuta liter air bersih pun diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi beban warga, sembari pemerintah mencari langkah yang lebih berkelanjutan dalam menghadapi persoalan kekeringan di Sampang.

Penulis : Agus Junaidi

Editor : Matirda

Komentar

Tinggalkan Balasan