PASANG IKLANMU DISINI
Hukum & Kriminal Politik
Beranda » Rais Aam Ngamuk Usai Pemilihan, KPK Didesak Usut Dugaan Suap

Rais Aam Ngamuk Usai Pemilihan, KPK Didesak Usut Dugaan Suap

FOTO: Ilustrasi dugaan suap dalam kontestasi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) terkait pemilihan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar
FOTO: Ilustrasi dugaan suap dalam kontestasi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) terkait pemilihan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar

JAKARTA, RINGSATU.Net – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy mengungkap dugaan praktik pemberian uang untuk memengaruhi pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan tersebut.

Dalam tulisannya, Khalilur mengaku memperoleh informasi dari empat orang, terdiri atas dua ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan dua ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dalam perbincangan di sebuah hotel berbintang di pusat Jakarta.

Dugaan Tiang Teras Berdiri di Badan Jalan, JASTRA Desak BPN Turun Tangan

Menurut keterangan yang diklaim diterimanya, dua ketua PCNU disebut menerima uang muka atau down payment (DP) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, yang kemudian dilunasi di Hotel Fatma, Jombang. Uang tersebut diduga berkaitan dengan upaya memengaruhi pilihan dalam pemilihan anggota AHWA.

Khalilur juga menuding adanya pemberian tas ransel berisi US$200.000 kepada enam anggota AHWA menjelang pemilihan Rais Aam. Dalam tulisannya, ia menyebut Saifullah Yusuf dan Nusron Wahid terkait dengan dugaan pengumpulan tersebut.

Selain itu, ia mengungkap dugaan pembukaan kembali kotak suara pemilihan AHWA untuk memeriksa pilihan peserta yang dianggap tidak mengikuti arahan. Sejumlah pihak juga disebut mengembalikan uang muka setelah pilihan mereka diketahui tidak sesuai dengan arahan tersebut.

Tanggapi PCNU Sekadau, Klarifikasi KH Ismail Ghofur: Demi Marwah NU, Kami Tak Hadir di Agenda Pengondisian Muktamar

Berdasarkan data yang dicantumkan Khalilur, KH Nurul Huda Djazuli memperoleh 485 suara, sedangkan KH Miftachul Akhyar memperoleh 350 suara dalam pemilihan anggota AHWA. Selisih perolehan suara keduanya mencapai 135 suara.

Khalilur turut menuding dana yang diduga digunakan dalam praktik tersebut bersumber dari tindak pidana korupsi. Ia meminta KPK menyelidiki dugaan aliran dana dan memeriksa pihak-pihak yang memiliki informasi terkait.

MTQ XXXII Pamekasan Resmi Dibuka, Bupati Tekankan Pentingnya Generasi Qur’ani

Dugaan pemberian uang, sumber dana, dan keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan tersebut masih memerlukan verifikasi dan pembuktian. Khalilur berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti informasi itu agar dugaan pelanggaran dapat diperiksa sesuai hukum yang berlaku.

Penulis : Matirda
Editor : Saldi Ananda K.

Komentar

Tinggalkan Balasan