SURABAYA, RINGSATU.Net – Peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan di Kabupaten Sumenep menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat.
Ancaman yang menyasar generasi muda tidak boleh hanya disikapi dengan keprihatinan, tetapi harus dilawan melalui langkah konkret.
Atas dasar itu, Aliansi Jurnalis Sumekar (AJS) menegaskan komitmennya mendukung dan menyukseskan pemilihan Duta Anti Narkoba Madura yang digagas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumenep.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja (Raker) AJS Tahun 2026 yang digelar di Hotel Trans Luxury Surabaya, Kamis (5/11/2026).
AJS menilai, maraknya peredaran narkoba, khususnya di kalangan generasi muda, merupakan ancaman serius yang tidak boleh dianggap persoalan biasa. Jika dibiarkan, masa depan generasi penerus justru menjadi taruhan.
Melalui dukungan terhadap gerakan Sumenep Bersinar (Sumenep Bersih Narkoba), AJS menyatakan siap mengambil bagian dalam upaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut.
“Jangan biarkan Sumenep menjadi sarang peredaran narkoba. Ini tanggung jawab bersama, termasuk kami para jurnalis untuk ikut memeranginya,” tegas Ketua AJS, Faldy Aditya.
Pimpinan Redaksi Suara Madura itu menegaskan, gerakan Sumenep Bersinar yang digagas Kepala BNNK Sumenep, Kombes Pol. Ferry Sandy Sitepu, S.I.K., M.H., tidak boleh berhenti sebatas slogan dan seremonial.
Menurutnya, diperlukan gerakan konkret, berkelanjutan, serta menyentuh langsung kalangan generasi muda agar upaya pemberantasan narkoba tidak sekadar menjadi wacana.
“Duta Anti Narkoba Madura diharapkan menjadi garda terdepan mengedukasi generasi muda agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba,” ungkapnya.
AJS berharap, pemilihan tersebut tidak hanya melahirkan figur simbolis untuk kepentingan publikasi, tetapi benar-benar mampu mencetak generasi muda yang berani menyuarakan perlawanan terhadap narkoba.
Sebab, melawan narkoba tidak cukup dengan slogan, dibutuhkan keberanian, konsistensi, dan keterlibatan semua pihak. (Red).


Komentar