PASANG IKLANMU DISINI
Kesehatan
Beranda » Dinkes P2KB Sumenep Bak Adegan Cerita Dalam Film India, Bertindak Setelah Banyak Jatuh Korban

Dinkes P2KB Sumenep Bak Adegan Cerita Dalam Film India, Bertindak Setelah Banyak Jatuh Korban

Foto: Rasyid Nadyen, Aktivis Pemerhati Kebijakan Publik Sumenep
Foto: Rasyid Nadyen, Aktivis Pemerhati Kebijakan Publik Sumenep

SUMENEP, RINGSATU.Net – Tindakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menuai banyak sorotan publik, Kamis (4/9/2025).

Pasalnya, program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubella baru digelar setelah banyaknya kasus yang muncul di tengah masyarakat.

Guru Tamu sebagai Model Pembelajaran Kolaborasi dalam Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam di Kurikulum Merdeka

Program ORI yang dilaksanakan serentak di 26 Puskesmas se-Kabupaten Sumenep sebagai respons terhadap meningkatnya temuan kasus campak rubella di wilayah tersebut.

Namun, langkah Dinkes P2KB ini dinilai terlalu lambat dan terkesan reaktif.

Rasyid Nadyen, Aktivis pemerhati kebijakan publik ini mengatakan, bahwa respons Dinkes P2KB Sumenep dalam menyikapi tentang kasus campak rubella disamakan dengan adegan dalam film India, baru bergerak setelah banyak korban jatuh.

Bupati Lumajang Indah Amperawati,Mengusulkan Empat Jalur Evakuasi Ke Pusat Untuk Keselamatan Warga Jadi prioritas 

“Seharusnya pemerintah, dalam hal ini Dinkes P2KB, tidak menunggu jatuhnya korban baru bertindak. Kesehatan adalah urusan krusial yang membutuhkan pendekatan preventif, bukan hanya reaktif,” tegas Rasyid.

Menurutnya, sebagai lembaga teknis di bidang kesehatan, Dinkes harus rutin dan konsisten melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan masyarakat, termasuk edukasi, vaksinasi dini, dan monitoring rutin atas potensi wabah.

Pesan Sekda: Administrasi Yang Baik Menjadi Fondasi Pelayanan publik Berkualitas

“Jika pencegahan dilakukan sejak dini, potensi mewabahnya penyakit bisa diminimalisir. Ini yang kurang diperhatikan,” tambahnya.

Rasyid juga menekankan pentingnya evaluasi kinerja jajaran Dinkes P2KB Sumenep agar kejadian serupa tidak terulang.

Ia berharap ada perbaikan sistemik dalam pola kerja Dinkes, khususnya dalam merespons potensi penyebaran penyakit menular.

ORI Campak Rubella memang penting sebagai solusi jangka pendek. Namun, tanpa perencanaan matang dan kesadaran dini, upaya semacam ini hanya akan jadi respons sesaat yang tidak menyelesaikan akar persoalan.

Hingga berita ini dinaikkan Kedinkes P2KB Kabupaten Sumenep,  drg. Ellya Fardasah belum dapat dimintai keterangan.