Berita

Kabel PLN, PDAM dan Telkom Sandera Proyek KDMP di Kebunan

65
×

Kabel PLN, PDAM dan Telkom Sandera Proyek KDMP di Kebunan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Tampak Kondisi Kabel PLN, PDAM dan Telkom yang melintas tepat di atas bangunan KDMP
FOTO: Tampak Kondisi Kabel PLN, PDAM dan Telkom yang melintas tepat di atas bangunan KDMP

SUMENEP, RINGSATU.Net – Progres pembangunan gedung KDMP di Desa/Kelurahan Kebunan, Kecamatan Kota, Sumenep, terhambat akibat kabel milik PLN, PDAM, dan Telkom yang masih melintang tepat di atas area konstruksi.

Kondisi tersebut membuat pekerjaan pemasangan konstruksi atap tidak dapat dilanjutkan secara maksimal.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian konstruksi atap berupa kolom dan rangka baja telah terpasang.

Namun, pekerjaan berikutnya terpaksa tertunda karena kabel utilitas yang masih bergelantungan di atas bangunan dinilai membahayakan keselamatan pekerja.

Jika pekerjaan dipaksakan berlanjut, risiko kecelakaan kerja akibat kontak dengan jaringan listrik maupun kabel aktif lainnya sangat besar.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keseriusan koordinasi antar instansi dalam mendukung proyek yang sedang berjalan.

Mandor proyek berinisial M mengungkapkan, persoalan tersebut sebenarnya telah lama disampaikan kepada pihak terkait, termasuk PLN, PDAM, dan Telkom.

Bahkan pihaknya mengaku telah berkirim surat sebelumnya agar sejumlah tiang tersebut segera dipindah.

“Sejak jauh hari sudah kami komunikasikan dan sudah berkirim surat sebelumnya. Memang sebagian tiang sudah dipindah, tetapi sampai sekarang masih belum tuntas sehingga pekerjaan atap belum bisa dilanjutkan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, keterlambatan penanganan kabel utilitas tersebut bukan hanya menghambat target pekerjaan, tetapi juga berpotensi menambah biaya dan waktu pelaksanaan proyek.

“Pekerjaan kami tersandera persoalan yang seharusnya dapat diselesaikan sejak awal dan jelas ini bakal berpotensi tidak sesuai target percepatan pembangunan”, terangnya.

Di tengah tuntutan percepatan pembangunan, lambannya penyelesaian relokasi jaringan utilitas ini dinilai mencerminkan lemahnya sinkronisasi antar instansi.

Padahal, pemindahan kabel seharusnya menjadi pekerjaan prioritas sebelum konstruksi memasuki tahap pemasangan rangka atap.

Apabila kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya progres proyek yang terancam molor, tetapi juga keselamatan para pekerja yang setiap hari harus beraktivitas di bawah jaringan kabel yang masih aktif.

Sementara itu, hingga dua kali berita ini ditulis, pihak PLN, PDAM maupun Telkom belum memberikan respons resmi terkait keluhan dan permohonan relokasi jaringan utilitas tersebut.

Padahal, komunikasi telah diakui beberapa kali dilakukan oleh pihak pelaksana proyek.

Tinggalkan Balasan

2