PASANG IKLANMU DISINI
Berita
Beranda » Menu MBG di Guluk-Guluk Dinilai Minim Gizi Hanya Roti dan Susu, Guru Maupun Siswa Kecewa

Menu MBG di Guluk-Guluk Dinilai Minim Gizi Hanya Roti dan Susu, Guru Maupun Siswa Kecewa

FOTO: Menu MBG SPPG Guluk-Guluk hari ini
FOTO: Menu MBG SPPG Guluk-Guluk hari ini

SUMENEP, RINGSATU.Net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya hadir untuk menunjang gizi anak sekolah dasar justru kembali menuai keluhan.

Hari ini, Sabtu 10 Januari 2026, menu MBG di sejumlah SDN di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, hanya berupa sepotong roti *Love It Market* dan sekotak kecil susu merek *Frisian Flag* atau *Nutribrain Omega*.

MADAS Sedarah Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan TPPU, Tegaskan Semua Sama di Hadapan Hukum

Menu sederhana itu membuat banyak siswa kecewa, tak terkecuali para guru yang ikut menyayangkan distribusi makanan yang dinilai tak sebanding dengan semangat program MBG yang digadang pemerintah pusat.

“Hari ini menunya ini om,” ucap salah satu guru sambil menunjukkan roti dan susu yang dibagikan kepada siswa, Sabtu (10/1/2026).

Dapur penyedia MBG yang disebut-sebut berasal dari SPPG Guluk-Guluk, menjadi sorotan karena dinilai tak mampu menyajikan menu bergizi seimbang secara konsisten.

Meski Tak Ada Laporan, Polres Pamekasan Berhasil Temukan Motor Hilang Milik Warga

Guru dan siswa mengeluhkan bahwa hampir setiap pembagian, menunya cenderung monoton, kuantitas minim, dan kurang memenuhi unsur gizi yang dijanjikan.

Aktivis sosial Sumenep, Dayat Mahjong, menyayangkan kondisi tersebut dan meminta agar otoritas terkait agar segera turun tangan dan melakukan evaluasi total.

BAZNAS Kabupaten Lumajang Santuni 420 Anak Yatim Piatu dalam Rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah

“Distribusi MBG harus sesuai dengan semangat programnya, Kalau hanya roti dan susu kecil terus-menerus, ini bukan makan bergizi, tapi formalitas anggaran,” tegas Dayat.

Ia juga menambahkan bahwa pihak penyedia seharusnya benar-benar selektif dan diawasi ketat agar tidak menyalahgunakan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar anak-anak sekolah.

Hingga berita dinaikkan, pihak penyedia belum dapat dimintai keterangan karena keterbatasan akses Komunikasi.