SURABAYA, RINGSATU.Net – Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2026 menempatkan pemuda sebagai ujung tombak penggerak ekonomi daerah. Tak lagi sekadar peserta, anak muda kini didorong menjadi aktor utama yang membawa produk UMKM Jatim menembus pasar nasional bahkan internasional, Rabu (6/5/2026).
Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang secara aktif melibatkan pemuda dalam Misi Dagang dan Investasi 2026.
Wasekum BADKO HMI Jatim, Khalilurrahman menilai, kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap generasi muda sebagai penggerak ekonomi daerah. “Kami mengapresiasi Pemprov Jatim karena tidak hanya menjadikan pemuda sebagai objek pembangunan, tapi sebagai subjek dan pelaku utama. Ini langkah maju untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya saat ditemui di Surabaya, Rabu (6/5).
Menurutnya, setidaknya ada 5 Peran Strategis Pemuda dalam Misi Dagang Pemprov Jatim:
Inovator Produk & Kemasan
Selera pasar cepat berubah. Pemuda Jatim dari kalangan desainer, mahasiswa DKV, dan komunitas kreatif dilibatkan untuk rebranding produk. Contohnya, batik tulis Madura dikemas ulang jadi streetwear, atau keripik buah dikemas dengan desain kekinian agar dilirik buyer luar pulau.
Regenerasi Pelaku Usaha
Pelibatan pemuda dalam misi dagang membuka ruang bagi lahirnya pengusaha-pengusaha baru. BADKO HMI Jatim menilai ini penting untuk memastikan roda ekonomi Jatim tidak stagnan dan mampu adaptif dengan tantangan zaman.
Optimalisasi Potensi Digital
Pemuda dinilai paling siap mendampingi transformasi digital UMKM. Mulai dari digital marketing, branding, hingga akses pasar lewat platform ekspor. “UMKM butuh sentuhan anak muda agar naik kelas dan tidak kalah saing,” tegasnya.
Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Misi dagang yang melibatkan 300 UMKM, dengan 40% di antaranya wajib menyertakan pemuda sebagai tim inti, dianggap sebagai strategi tepat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari bawah.
Ruang Kolaborasi Lintas Daerah
BADKO HMI Jatim juga menyoroti misi dagang sebagai wadah bertemunya pemuda antar provinsi untuk membangun jejaring bisnis. Hal ini sejalan dengan semangat HMI dalam membangun kolaborasi dan kontribusi nyata untuk bangsa.
Meski mengapresiasi, BADKO HMI Jatim tetap mendorong agar pelibatan pemuda tidak berhenti pada level seremoni semata. “Harus ada pendampingan berkelanjutan, akses permodalan, dan pelatihan ekspor-impor bagi pemuda. Jangan sampai hanya dilibatkan saat acara, tapi setelah itu dilepas,” tambah Khalilurrahman selaku Fungsionaris BADKO HMI Jatim.
Pihaknya juga siap berkolaborasi dengan Pemprov Jatim untuk menyiapkan kader-kader terbaik yang tersebar di Kota/Kabupaten yang ada di Jawa Timur. “Potensi ini bisa disinergikan untuk mendampingi UMKM dan memperluas pasar produk Jatim,” pungkasnya.












