SAMPANG, RINGSATU.Net – Sosialisasi Pendidikan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) Tahun 2026 digelar di Hotel Bahagia, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong pelajar di Kabupaten Sampang dan wilayah Madura agar lebih mengenal peluang pendidikan di PKN STAN.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur PKN STAN Evy Mulyani, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan PKN STAN Noor Syaifudin, Kepala Seksi Sekolah Menengah Atas, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Sampang Febrianto Bestari yang mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan, serta guru pendamping dan siswa SMA se-Kabupaten Sampang.
Sekitar 130 guru dan siswa mengikuti kegiatan sosialisasi yang bertujuan memberikan informasi mengenai sistem pendidikan, proses seleksi mahasiswa baru hingga prospek lulusan PKN STAN.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI, Assoc. Prof. Dr. Eric Hermawan, SH., MT., MM., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara lembaga legislatif dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurutnya, PKN STAN sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Keuangan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, akuntabel dan berintegritas dalam pengelolaan keuangan negara.
“Sebagai Anggota Komisi XI DPR RI yang bermitra langsung dengan Kementerian Keuangan, saya merasa sangat bangga dan menyambut baik inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini,” ujarnya dalam sambutannya.
Eric menyebut, akses informasi mengenai PKN STAN perlu diperluas, khususnya bagi pelajar di wilayah Dapil Jatim XI yang meliputi Kabupaten Bangkalan, Pamekasan, Sampang dan Sumenep.
Ia mengungkapkan, jumlah mahasiswa PKN STAN yang berasal dari wilayah tersebut hingga saat ini masih tergolong minim. Tercatat hanya terdapat 16 mahasiswa dari seluruh wilayah Dapil Jatim XI.
Khusus Kabupaten Sampang, tercatat lima mahasiswa PKN STAN. Rinciannya, satu mahasiswa program Reguler tahun masuk 2022 pada Program Studi Manajemen Keuangan Negara (MKN), serta empat mahasiswa program Pembibitan tahun masuk 2025 pada Program Studi Akuntansi Sektor Publik (ASP).
Sementara itu, Kabupaten Sumenep disebut belum memiliki mahasiswa PKN STAN.
“Angka ini tentu masih jauh dari harapan kita bersama, mengingat potensi kecerdasan dan kegigihan anak-anak Madura sangatlah luar biasa,” katanya.
Eric berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan motivasi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya PKN STAN.
Ia juga meminta dukungan para guru untuk membimbing dan memfasilitasi siswa yang memiliki potensi agar dapat memanfaatkan peluang pendidikan di PKN STAN.
Menurutnya, program Pembibitan yang mulai diselenggarakan sejak 2023 turut membuka peluang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan dan memiliki kesempatan berkontribusi dalam pengelolaan keuangan negara.
“Kepada adik-adik siswa SMA, jangan pernah merasa rendah diri atau takut bersaing. Persiapkan diri kalian sebaik mungkin. Negara memanggil putra-putri terbaik dari Kabupaten Sampang untuk menjadi bagian dari pengelola keuangan negara yang berintegritas,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara PKN STAN, pemerintah daerah, dunia pendidikan dan DPR RI dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak putra-putri Madura yang mampu menembus perguruan tinggi kedinasan tersebut.
“Semoga niat baik kita hari ini dicatat sebagai amal ibadah dan membawa kemajuan bagi pendidikan di Kabupaten Sampang dan Madura pada umumnya,” pungkas Eric Hermawan.
Sementara itu, Direktur PKN STAN, Evy Mulyani, Ak., M.B.A., Ph.D., menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai kesempatan menempuh pendidikan di PKN STAN.
Menurutnya, workshop UMKM juga menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan literasi keuangan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola serta mengembangkan usaha.
“Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara PKN STAN, DPR RI, pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia serta perekonomian masyarakat di Madura,” tuturnya. (Agus Junaidi)



Komentar