SUMENEP, RINGSATU.Net – Menyusul mencuatnya pemberitaan terkait dugaan ketidaksesuaian kualitas pada pelaksanaan Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap II Tahun 2025 di Desa Talang, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Tim Konsultan Manajemen Balai (KMB) menunjukkan respons cepat dan menyatakan akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek.
Tim yang akan melakukan verifikasi lapangan terdiri dari Syaifur Rahman, ST selaku Tenaga Ahli (TA), didampingi oleh tiga Asisten Tenaga Ahli (ASTA): ABD. Hamid, ST; ABD. Karim, S.Kom; dan Daryl Roro Arumbinang S. Turut serta pula Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Suryadi.
Syaifur Rahman, yang akrab disapa Mamang, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap berbagai masukan dan laporan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa langkah pengecekan langsung ke lapangan akan segera dilakukan guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan standar teknis yang telah ditetapkan.
“Besok bersama tim kami bakal turun dan mau melihat langsung kondisinya Mas,” tegas Mamang kepada media ini, Minggu (4/1/2026).
Sebelumnya, proyek irigasi yang dikelola oleh HIPPA “Sumber Sumekar” tersebut menjadi sorotan setelah laporan media dan masyarakat menyebutkan adanya indikasi pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
Beberapa temuan di lapangan, seperti keretakan pada rabat saluran dan struktur dasar yang tidak dilengkapi batu pengeras, menimbulkan kekhawatiran akan ketahanan dan efektivitas fungsi irigasi dalam jangka panjang.
Menurut Mamang, Peninjauan ini diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek, sekaligus memastikan bahwa program P3-TGAI benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat petani.
“Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara objektif dan profesional,” tandasnya.










