LUMAJANG, RINGSATU.Net – Kekecewaan yang mendalam dan sikap tegas kini disuarakan secara bulat oleh seluruh jajaran pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) se-Kabupaten Lumajang, mulai dari Dewan Pimpinan Kecamatan (DPC) hingga Dewan Pimpinan Anak Ranting (DPART) tingkat desa.
Kepemimpinan DPD PSI Lumajang di bawah Sudiyah terbukti melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), mengabaikan prinsip partai, serta merusak kepercayaan kader dan masyarakat yang telah menaruh harapan besar pada PSI.
Kepemimpinan saat ini gagal total membentuk struktur organisasi yang sah dan tertib.
Data keanggotaan yang kosong, tertutup, dan tidak dapat dipertanggungjawabkan membuat tatanan organisasi menjadi berantakan tanpa arah yang jelas.
Kegagalan ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan pelanggaran amanah yang telah meruntuhkan seluruh kepercayaan jajaran dari tingkat paling bawah hingga ke masyarakat luas.
Kondisi ini sangat bertentangan dengan amanat tegas Ketua Umum DPP PSI saat Rapat Koordinasi Wilayah:
“PSI adalah Partai Terbuka, Partai Milik Rakyat.” Praktik ketidakterbukaan, penutupan informasi, dan pengabaian terhadap hak kader yang terjadi saat ini adalah pengkhianatan terhadap jati diri partai dan arahan pimpinan pusat.
Atas segala pelanggaran dan kegagalan tersebut, seluruh DPC se-Kabupaten Lumajang mengambil sikap tegas dan tidak dapat ditarik kembali.
Mengajukan mosi tidak percaya secara resmi dan mutlak agar kepemimpinan DPD PSI Lumajang periode saat ini segera diganti.
Langkah ini diambil semata-mata untuk menyelamatkan marwah partai, memperbaiki tatanan organisasi yang rusak, dan mengembalikan kepercayaan sepenuhnya kepada kader serta masyarakat Lumajang.
Perubahan kepemimpinan adalah jalan satu-satunya untuk memulihkan persatuan, menerapkan keterbukaan yang sesungguhnya, dan memastikan PSI Lumajang kembali berdiri tegak sebagai partai yang melayani rakyat, jujur, dan taat pada aturan serta amanah yang diberikan.
Penulis : Supriyono
Editor : Saldi Ananda K


Komentar