LUMAJANG.Ringsatu.Net – Sembilan tahun bukanlah waktu yang singkat. Semoga berjalan seiring, tumbuh bersama, dan senantiasa bermanfaat bagi tanah kelahiran.
Graha Sastra dan Budaya (GATRA) Lumajang memasuki usia ke-9, dan di momen istimewa Pendhak Songo ini, sebuah sejarah baru terukir indah: GATRA YUNIOR tampil perdana menghadirkan pertunjukan Ludruk Anak.
Dari kelas puisi dan teater GATRA, anak-anak muda ini menampilkan kisah yang tak lekang oleh waktu, asal Mula Sumber Winong, di panggung Asia Nusa Festival GRADASI Lumajang, Jalan Suprapto, samping Plaza Lumajang, Sabtu (24/10/2026) malam.
Pementasan ludruk anak perdana ini menjadi mahkota dari seluruh rangkaian Pendhak Songo.
Sebelumnya, langkah-langkah kecil namun bermakna telah dijalani: Safari Literasi bersama Duta Baca Indonesia Gol A Gong, semangat memacu adrenalin di GATRA BMX DRAG, serta lantang suara jiwa dalam Lomba Cipta dan Baca Puisi Piala Dandim 0821 Lumajang.
Ketua Panitia Pendhak Songo GATRA Lumajang, Rahayu, menyampaikan, “Pertunjukan malam ini adalah puncak kebahagiaan kami. Terima kasih, dari hati yang dalam, kepada seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan Pendhak Songo ke-9 ini.”
Ketua Komunitas GATRA Lumajang, Farida Susanti, mengungkapkan rasa syukur yang tulus.
“Sembilan tahun GATRA berdiri, bukan sekadar menghitung waktu, tetapi menanamkan cinta. Cinta pada sastra, cinta pada budaya, dan cinta pada generasi penerus.
GATRA YUNIOR adalah bukti bahwa benih itu tumbuh. Melalui ludruk anak ini, kita tidak hanya menampilkan seni kita mewariskan identitas.
Semoga kelompok ini terus menjadi rumah bagi kreativitas anak-anak Lumajang, dan menjadi jembatan agar budaya daerah tetap hidup di tengah mereka.”
Apresiasi setinggi langit disampaikan kepada para mentor GATRA YUNIOR, Pak Riguk dan Bunda Ely, atas kesabaran dan ketulusan membimbing anak-anak.
Terima kasih juga kepada seluruh orang tua yang senantiasa mendukung, serta salah satu pendiri GATRA, Mas Hadi Wasito, yang selalu hadir memberi semangat dan inspirasi.
Sekretaris GRADASI Lumajang, Fitra Abdillah, turut mengapresiasi perjalanan GATRA: “Konsistensi GATRA dalam melestarikan budaya sungguh menginspirasi.
Asia Nusa Festival hadir untuk menjadi rumah bersama, bagi UMKM, pegiat seni, dan seluruh masyarakat, untuk merawat dan memajukan potensi lokal kita bersama.”
Pendhak Songo, semoga sembilan tahun ini menjadi awal perjalanan yang lebih panjang dan bermakna. Semangat GATRA: berkarya, melestarikan, dan menginspirasi.
Semoga ludruk anak ini menjadi langkah awal yang indah agar budaya kita tetap hidup, dicintai, dan diteruskan oleh generasi muda Lumajang.
Penulis: Supriyono
Editor: Saldi Ananda K.


Komentar