Peristiwa

Disinyalir Akan Sarat Penyimpanan, Proyek P3-TGAI Desa Langpanggang Bangkalan Diduga Tak Sesuai Perencanaan

60
×

Disinyalir Akan Sarat Penyimpanan, Proyek P3-TGAI Desa Langpanggang Bangkalan Diduga Tak Sesuai Perencanaan

Sebarkan artikel ini
IMG 20241014 WA0100
Kondisi Pembangunan Proyek P3-TGAI Desa Langpanggang, (foto/ist, agus junaidi).

BANGKALAN, RINGSATU.Net – Wilayah Desa Langpanggang, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, melalui kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) P3A Tunas Desa Lanpanggang, kecipratan proyek Progam Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) TA 2024 berupa pembangunan saluran irigasi dan saat ini dalam tahap pengerjaan. Senin, (14/10/2024).

Pasalnya, proyek saluran irigasi Program P3-TGAI adalah program swakelola atau padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Menurut papan informasi yang berada dilokasi, proyek P3-TGAI tersebut pelaksananya adalah P3A Tunas Desa Lanpanggang, dengan waktu pelaksanaan 110 hari kalender terhitung sejak 15 Juli 2024 sampai dengan 01 November 2024 dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) TA 2024 dengan nilai 195 juta.

Namun, saat media ini monitoring kelokasi pada Minggu (13/10/2024) ditemukan ada kejanggalan. Seperti, bahan material batu yang diragukan kualitasnya. Sebab, material batu yang digunakan adalah batu dugaan kuat berkualitas rendah. Serta bentuk bangunan juga ada yang terlihat terkesan menempel hanya sebagian batu ke tanah ekseting. Sehingga proyek irigasi tersebut diduga tidak sesuai perencanaan serta disinyalir akan sarat penyimpanan.

Saat ditanya kepada pekerja (tukang) dilokasi mengatakan bahwa terkait proyek saluran irigasi P3-TGAI tersebut dirinya hanya bekerja. Menurutnya, dirinya hanya bekerja di suruh pak apel dusun Langkap dan pak yudi.

“Saya hanya bekerja mas, dan saya disuruh oleh pak Apel dan mas Yudi,” kata tukang saat ditanya media ini dilokasi. Minggu (13/10/2024).

Menurut Habibi, selaku Apel dusun Langkap saat dikonfirmasi media RINGSATU.Net menyampaikan bahwa dirinya merupakan Apel dusun Langkap. Ditanya perihal proyek pembangunan saluran irigasi P3-TGAI tersebut dirinya hanya diminta lokasi saluran dan meminta kepada media ini untuk menghubungi salah satu nomer kontak telepon atas nama Ach Wahyudi.

“Iya saya pak apelnya, mungkin sampeyan bisa menghubungi ini. Dia yang minta lokasi kesaya. Saya tunjukin di situ karena disini Deket laut pak, untuk antisipasi agar lancar pengairan dan mengurangi resiko dampak air laut ke tanaman padi kami,” papar Habibi selaku Apel dusun Langkap saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp nya. Senin, (14/10/2024).

IMG 20241014 WA0101

Sementara Ach Wahyudi, saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa dirinya yang meminta lokasi di daerah irigasi (DI) untuk proyek pembangunan saluran irigasi P3-TGAI tersebut. Dirinya juga meminta media ini untuk bertemu.

Disinggung terkait bahan material batu, dirinya menyatakan bahwa dirinya sudah mengkonikasikan ke tenaga pendamping masyarakat (TPM) yang bertugas di lokasi proyek saluran irigasi P3-TGAI di Desa Langpanggang.

“Iya pak maaf sebelumnya saya sudah komunikasikan dengan pendamping nya, maaf mungkin kita ketemuan aja pak dan atau jenengan bisa konfirmasi ke pendamping kami pak tadi yang sudah saya kirim kontaknya. Sekali lagi maaf,” ujar Ach Wahyudi yang mengaku ketua diri P3A Tunas Desa Lanpanggang.

Sementara itu, Nurhasanah tenaga pendamping masyarakat (TPM) P3A Tunas Desa Lanpanggang mengatakan bahwa proyek pembangunan saluran irigasi P3-TGAI tersebut belum selesai dikerjakan. Perihal dirinya tidak ada dilokasi saat pelaksanaan proyek tersebut dikerjakan, dirinya menjelaskan bahwa ada keperluan di Surabaya.

“Wa’alaikumsalam. Mohon maaf Pak memang pekerjaan belum selesai, kebetulan kemaren ada Bimtek dr Balai di Surabaya Pak,” jelasnya.

Disinggung perihal bentuk pekerjaan proyek diduga tidak sesuai perencanaan, dirinya menerangkan bahwa proyek tersebut belum selesai. Ditanya soal bahan material batu diragukan, pihaknya beralasan bahwa sudah disampaikan kepada pihak konsultan.

“Memang belum selesai pak, segera kami tindak lanjuti kembali kepada Ketuanya. Kalau Batu sudah saya sampaikan ke pihak konsultan bapak. Tidak masalah katanya,” kata Nurhasanah TPM P3A Tunas Desa Lanpanggang.