PASANG IKLANMU DISINI
Pemerintahan
Beranda » Bupati Lumajang Indah Amperawati Hadiri Acara Nguter Syiar Selawat di Pasirian

Bupati Lumajang Indah Amperawati Hadiri Acara Nguter Syiar Selawat di Pasirian

Foto: Bupati Lumajang Indah Amperawati di tengah ribuan Masyarakat dalam acara Nguter Syiar Shalawat
Foto: Bupati Lumajang Indah Amperawati di tengah ribuan Masyarakat dalam acara Nguter Syiar Shalawat

LUMAJANG, RINGSATU.Net – Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa kemajuan desa harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai spiritual masyarakat.

Pesan ini disampaikan di hadapan ribuan warga yang hadir dalam acara Nguter Syiar Selawat di Lapangan Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Rabu malam (2/7/2025).

MADAS Sedarah Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan TPPU, Tegaskan Semua Sama di Hadapan Hukum

“Mudah-mudahan Desa Nguter semakin maju, tetapi jangan lupa solawatnya. InsyaAllah, dengan solawat, hidup kita akan senantiasa selamat,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Kehadiran Bupati dalam acara Selamatan Desa ini menjadi simbol keterlibatan langsung pemerintah daerah dalam menguatkan budaya religius dan silaturahmi warga. Dalam sambutannya, ia juga memohon doa agar pemerintah diberikan kemudahan dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

“Saya dan Mas Wabup mohon doa, mudah-mudahan diringankan oleh Allah SWT untuk terus bisa melayani masyarakat,” tambahnya.

Meski Tak Ada Laporan, Polres Pamekasan Berhasil Temukan Motor Hilang Milik Warga

Lebih dari itu, Bunda Indah menyampaikan doa khusus bagi kesejahteraan masyarakat Desa Nguter dan Lumajang secara umum.

“Mudah-mudahan masyarakat Lumajang dan masyarakat Desa Nguter dimudahkan rezekinya, ekonominya semakin membaik dan semakin sejahtera,” harapnya.

BAZNAS Kabupaten Lumajang Santuni 420 Anak Yatim Piatu dalam Rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah

Acara Nguter Syiar Selawat sendiri menjadi momentum penting yang bukan hanya memperingati hari jadi desa, tetapi juga memperkuat identitas budaya spiritual masyarakat.

“Tradisi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan yang utuh dimulai dari hati yang bersyukur, masyarakat yang kompak, hidup rukun damai dan bermartabat,” Pungkasnya.