PASANG IKLANMU DISINI
Berita
Beranda » Kades Manding Laok Buka Fakta Proyek Jalan Aspal yang Jadi Sorotan

Kades Manding Laok Buka Fakta Proyek Jalan Aspal yang Jadi Sorotan

FOTO: Kepala Desa Manding Laok, Eis menunjukkan objek jalan aspal yang tengah menjadi persoalan
FOTO: Kepala Desa Manding Laok, Eis menunjukkan objek jalan aspal yang tengah menjadi persoalan

SUMENEP, RINGSATU.Net — Kepala Desa Manding Laok, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Eis, memberikan klarifikasi atas tuduhan terkait kualitas proyek jalan aspal di Dusun Karpenang yang disebut gembur dan mudah rontok.

Tuduhan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Aktivis YLBH Madura, Dayat Mahjong, yang menyoroti kondisi fisik jalan pada segmen 50 meter sebelum titik akhir pekerjaan.

Menanggapi hal tersebut, Eis secara terbuka mengajak awak media untuk meninjau langsung lokasi proyek pada Senin, 3 Oktober 2025.

Jalan Rusak Menjamur di Lumajang, Warga Tanya Kinerja PU-TR

Dalam kunjungan tersebut, Eis menunjukkan bahwa pekerjaan jalan aspal yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2025 telah dilaksanakan sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Secara kasat mata, kondisi jalan dinilai layak dan tidak menunjukkan indikasi kerusakan seperti yang diberitakan sebelumnya.

Eis juga menegaskan bahwa titik yang menjadi sorotan bukanlah bagian dari 50 meter pada volume akhir proyek, melainkan berada di batas akhir pekerjaan sesuai dengan yang dituduhkan.

Bhabinkamtibmas Kunir Turun ke Lahan Jagung, Ajak Petani Tanam Padi Demi Swasembada Pangan

Ia menyampaikan bahwa pemahaman terhadap lokasi dan batas proyek perlu diperjelas agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Dalam pernyataannya, Eis berharap agar setiap informasi yang menyangkut pembangunan di Desa Manding Laok dapat dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak desa.

“Semoga setiap persoalan yang muncul, terutama yang menyangkut proyek di Desa Manding Laok, dapat dikonfirmasi terlebih dahulu agar informasi yang beredar tidak bertentangan dengan fakta di lapangan,” ujar Eis.

​Sinergi Polsek Jatiroto dan Warga Guna Dorong Capaian Swasembada Pangan

Hal ini penting untuk menjaga akurasi pemberitaan dan menghindari kontradiksi antara informasi publik dan kondisi faktual di lapangan.

“Langkah transparansi ini diharapkan dapat mengurangi kesalahpahaman publik sekaligus memastikan bahwa penggunaan dana desa untuk proyek infrastruktur berjalan efektif dan tepat sasaran,” tutup Eis.

 

10 KPM di Kunir Lor Terima BLT Dana Desa, Polisi Kawal Penyaluran Agar Tepat Sasaran