SUMENEP, RINGSATU.Net – Pembangunan konstruksi atap gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kebunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, kini tersendat.
Kabel milik PLN, PDAM dan Telkom yang melintas tepat di atas bangunan dinilai menghambat proses pekerjaan sekaligus membahayakan keselamatan para pekerja di lapangan.
Keberadaan kabel aktif dengan posisi rendah membuat pekerja harus ekstra hati-hati saat bekerja.
Kondisi tersebut dinilai tidak layak dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu kecelakaan kerja, terutama ancaman tersengat listrik saat aktivitas pembangunan berlangsung.
“Sudah beberapa kali dilakukan koordinasi, tapi sampai sekarang belum ada tindakan konkret dari pihak terkait, kabel masih melintang di atas bangunan,” ujar salah satu mandor proyek pembangunan gedung KDMP inisial M, Sabtu (23/5/2026).
Meski disebut telah ada pemindahan sebagian tiang PLN, PDAM dan Telkom, persoalan di lapangan ternyata belum benar-benar tuntas.
Kabel tetap menggantung di atas area pembangunan dengan ketinggian yang dinilai belum aman, diperkirakan memerlukan ketinggian sekitar 11 meter.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terhadap respons dan keseriusan pihak terkait. Di tengah gencarnya jargon percepatan pembangunan, persoalan teknis yang sebenarnya mendasar justru terkesan dibiarkan tanpa solusi cepat.
Ironisnya, proyek KDMP sendiri merupakan bagian dari program pemerintah yang dituntut segera rampung.
Namun percepatan pembangunan tampaknya berbenturan dengan lambannya penanganan utilitas di lapangan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya pembangunan yang terhambat, tetapi keselamatan pekerja juga seperti dipertaruhkan di bawah kabel aktif yang setiap saat dapat menjadi ancaman.












