Peristiwa

Banjir Lahar Panas Semeru Terjang Dua Dusun di Lumajang, Warga Mengungsi ke Daerah Aman

148
×

Banjir Lahar Panas Semeru Terjang Dua Dusun di Lumajang, Warga Mengungsi ke Daerah Aman

Sebarkan artikel ini
FOTO: Banjir Lahar Panas Semeru isolasi dua Dusun di Lumajang, warga mengungsi ke tempat aman
FOTO: Banjir Lahar Panas Semeru isolasi dua Dusun di Lumajang, warga mengungsi ke tempat aman

LUMAJANG, RINGSATU.Net — Banjir lahar panas Gunung Semeru kembali menerjang wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tepatnya di Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, dan Dusun Kajang Kosong, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, pada Sabtu (6/12) sekitar pukul 16.05 WIB, Sabtu (6/12/2025).

Peristiwa ini disertai letupan sekunder dan kepulan asap tebal yang membumbung tinggi, menyebabkan kedua dusun tersebut sementara waktu terisolasi.

Akses menuju lokasi terdampak pun mengalami kendala akibat material vulkanik yang menutupi jalur penghubung.

Menurut keterangan warga setempat, banjir lahar panas datang secara tiba-tiba.

“Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas, lalu lahar panas langsung mengalir deras ke arah dusun kami,” ujar Budiana, warga Dusun Kajang Kosong salah satu korban yang rumahnya dikabarkan ikut tenggelam.

“Rumah Pak RT sudah tidak kelihatan, tenggelam semua,” tambahnya dengan nada cemas.

Di Dusun Sumber Langsep, kerusakan juga cukup parah. Sebuah masjid dilaporkan hanya menyisakan bagian atapnya.

“Masjid kami tinggal kelihatan atapnya saja, rumah-rumah di sekitarnya juga banyak yang tertimbun, tapi belum bisa dihitung karena masih bahaya ke sana,” ungkap Poniti, warga Desa Jugosari.

Sebagai langkah antisipatif, warga dari kedua dusun telah dievakuasi ke wilayah yang lebih tinggi di sekitar lereng Gunung Semeru.

“Kami sekarang mengungsi ke atas gunung, yang penting selamat dulu,” tutur Titin, salah satu warga yang ikut mengungsi bersama keluarganya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada bantuan langsung dari pihak pemerintah yang tiba ke lokasi terdampak, terutama untuk mengevakuasi warga yang masih terisolir. Medan yang sulit dan harus melewati aliran lahar panas menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.

Situasi ini mendorong harapan agar pemerintah dan tim tanggap darurat segera turun tangan untuk membantu proses penyelamatan serta distribusi bantuan kepada warga terdampak.