SUMENEP, RINGSATU.Net — Aktivis YLBH Madura, Dayat Mahjong, secara terbuka menantang Eis, Kepala Desa (Kades) Manding Laok, Kecamatan Manding, Sumenep, untuk membuktikan kualitas pekerjaan proyek jalan aspal di Dusun Karpenang melalui audit independen dan evaluasi menyeluruh.
Tantangan ini muncul sebagai respons atas pernyataan Eis di salah satu media lokal, Kompasone.com yang terbit pada hari Senin 27 Oktober 2025, yang mengklaim bahwa proyek Lapisan Penetrasi (Lapen) senilai Rp 88 juta dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 telah dilaksanakan sesuai standar teknis dan prosedur administrasi yang berlaku.
Namun, Dayat menilai bahwa transparansi dan akuntabilitas publik perlu diperkuat melalui audit independen.
“Kalau memang yakin pekerjaan itu sudah memenuhi juklak dan juknis, mari kita buka ruang evaluasi melalui audit independen. Ini penting agar publik tahu, apakah ada kerugian negara atau justru proyek itu benar-benar menguntungkan masyarakat,” ujar Dayat, Selasa (28/10/2025).
Eis mengklaim, bahwa jalan yang disebut gembur dan mudah rontok yang menjadi objek persoalan pada proyek peningkatan jalan sepanjang 200 meter dengan lebar 2,5 meter berada di luar batas volume pekerjaan bagian dari sisa kelebihan bahan yang diberikan agar bahan tidak terbuang sia-sia.
Namun, Kritik Dayat berangkat dari temuan di lapangan yang menunjukkan kondisi jalan yang disebut gembur dan mudah rontok itu diketahui di sekitar 50 meter sebelum titik akhir pekerjaan.
Ia mempertanyakan apakah volume pekerjaan melebihi dari yang direncanakan, yakni 200 meter, dan menyarankan agar hal tersebut diklarifikasi secara terbuka.
“Tidak tahu kalau panjang volume pekerjaan itu melebihi dari 200 meter, semisal 250 meter atau 300 meter karena faktor kelebihan bahan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Manding Laok, Eis tidak menjawab secara mendetail konfirmasi media ini, namun meminta agar berita mengenai jalan aspal tersebut tidak dinaikkan kembali.
“Sudah Pak jangan dinaikkan lagi, mari kita jalin persaudaraan saja main ke rumah,” ujar Eis melalui via telepon, Selasa (28/10/2025).












