Berita

Besi Penopang Wall Climbing Berkarat Memprihatinkan, FPTI Audiensi DPRD Sampang Perjuangkan Anggaran Perawatan

8
×

Besi Penopang Wall Climbing Berkarat Memprihatinkan, FPTI Audiensi DPRD Sampang Perjuangkan Anggaran Perawatan

Sebarkan artikel ini
FPTI Sampang Saat Audiensi Bersama Komisi IV DPRD Sampang dan Disporabudpar Perihal Sarana dan Prasarana Wall Climbing yang Memprihatinkan Diruang Komisi Besar DPRD Setempat
FPTI Sampang Saat Audiensi Bersama Komisi IV DPRD Sampang dan Disporabudpar Perihal Sarana dan Prasarana Wall Climbing yang Memprihatinkan Diruang Komisi Besar DPRD Setempat

SAMPANG, RINGSATU.Net – Bertempat diruang Komisi besar pada Senin (16/06/2025), Cabang Olahraga (Cabor) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sampang mengadakan audiensi dengan Komisi IV DPRD Sampang, Madura, Jawa Timur. Selasa, (17/06/2025).

Pasalnya, tujuan FPTI Sampang mengadakan audiensi bersama wakil rakyat, untuk memperjuangkan mendapatkan anggaran perawatan wall climbing (dinding panjat tebing buatan) yang selama ini belum ada perbaikan yang signifikan.

Sebab, besi penopang wall climbing saat ini sudah berkarat yang berpotensi mengancam jiwa atlet. Bahkan, peralatan panjat tebing khususnya tali karmantel (tali pengaman) yang menjadi nyawa pemanjat sudah mulai tidak layak digunakan dan butuh perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang agar segera menggelontorkan anggaran perawatan untuk wall climbing.

Hadir langsung dalam audiensi tersebut Kepala Disporabudpar Sampang H. Marnilem yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga (Bidpora) dan Kasi Sarana Prasarana (Sarpras) Bidpora. Namun sayangnya, pihak KONI Sampang tidak ada yang hadir meski sudah diundang oleh DPRD Sampang.

Mengetahui kondisi wall climbing, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud menegaskan jika pihaknya siap untuk mengawal pengajuan anggaran perawatan wall climbing. Dirinya meminta kepada pihak Disporabudpar Sampang agar dijadikan skala prioritas karena panjat tebing olahraga yang menyangkut dengan nyawa atlet.

“Setelah melihat foto kondisi besi wall climbing yang sudah berkarat, dan tali pengaman sudah aus dan tidak layak digunakan. Kami tetap akan memperjuangkan agar bisa dianggarkan pada PAK tahun ini. Karena ini sudah menyangkut keamanan dan keselamatan para atlet,” kata Mahfud politisi PKS dengan tegas saat audensi berlangsung. Senin, (16/06/2025).

Sementara itu ditempat tang sama, Kepala Dinas Disporabudpar, H. Marnilem menyampaikan jika pihaknya sudah mengajukan anggaran perawatan wall climbing sejak tahun 2024 lalu. Namun, hingga anggaran tahun 2025 tidak pernah disetujui.

“Perawatan wall climbing ini sebenarnya menjadi salah satu skala prioritas kami. Tetapi perjuangan kami agar bisa dianggarkan tidak pernah disetujui sejak tahun anggaran 2024 lalu hingga saat ini. Kami juga berharap kepada Komisi IV juga turut memperjuangkan penganggaran perawatan ini agar bisa disetujui tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), Bapelitbangda, dan BPPKAD,” ujarnya.

IMG 20250617 WA0041

Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud dari PKS dan didampingi Anggotanya Fausi dari Partai Nasdem itu, Mahardika Surya Arbianto berharap DPRD Sampang untuk mendesak pemerintah daerah agar tidak tutup mata dan lebih memprioritaskan anggaran perawatan wall climbing karena menyangkut keamanan dan keselamatan para atlet.

“Karena wall climbing yang berlokasi di SSC itu hanya satu-satunya menjadi tempat latihan panjat tebing di kabupaten Sampang,” harapnya.

Lebih lanjut, Mahardika Surya Arbianto menyampaikan bahwa keselamatan altet panjat tebing sangat mengharap dan bergantung kepada kebijakan Pemerintah Kabupaten Sampang untuk memperdulikan nasib atlet.

Mahardika Surya Arbianto berharap, jika perawatan wall climbing dan pengadaan peralatan panjat tebing bisa dianggarkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2025 ini.

Diungkapkan olehnya, panjat tebing merupakan olahraga yang ekstrem karena bermain di ketinggian. Prasarana Wall Climbing (dinding panjat tebing buatan) yang tersedia di Sampang Sport Center (SSC) dibangun menggunakan anggaran tahun 2021, dan langsung dimanfaatkan oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sampang sejak awal 2022 hingga saat ini.

Namun, berselang tiga tahun sejak berdiri, kondisinya semakin parah dengan berkaratnya besi penopang wall climbing. Tidak tersedianya kanopi di atas wall climbing menjadi penyebab semakin cepatnya besinya berkarat, dan itu sangat berpotensi mengancam keselamatan para atlet atau pemanjat.

“Kalau tidak segera dianggarkan biaya perawatan dan pengadaan peralatan panjat tebing ini dikhawatirkan berpotensi mengancam keselamatan atlet. Besi penopang wall climbing sudah berkarat semua, dan peralatan panjat tebing khususnya tali karmantel (tali pengaman) yang menjadi nyawa pemanjat sudah mulai tidak layak digunakan lagi,” papar Mahardika Surya Arbianto, saat audiensi.