Berita

PKB Jatim: Penurunan Tarif Cukai Bukan Penyelesaian, Tapi Integritas dan Efektivitas Penegakan Hukum Menjadi Kunci

45
×

PKB Jatim: Penurunan Tarif Cukai Bukan Penyelesaian, Tapi Integritas dan Efektivitas Penegakan Hukum Menjadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Foto: Nur Faizin, Anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi-PKB Dapil Madura
Foto: Nur Faizin, Anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi-PKB Dapil Madura

RINGSATU.Net – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nur Faizin mengungkapkan kekhawatirannya terhadap semakin maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah Madura dan sekitarnya, Rabu (10/9/2025).

Menurutnya, praktik ini telah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan fiskal negara.

“Rokok ilegal bukan sekadar barang selundupan biasa, Pemerintah harus serius menindak peredaran rokok ilegal, ini bukan sekedar kehilangan,” ujar Nur Faizin dalam sebuah pernyataan yang diunggah melalui akun Tiktok resmi DPW PKB Jatim.

Menurut Nur Faizin, peredaran rokok ilegal, baik hasil produksi lokal maupun impor lintas daerah, tidak hanya menyebabkan kebocoran pendapatan negara, tetapi juga menimbulkan distorsi dalam persaingan pasar rokok nasional. Produsen resmi tercekik, sementara pelaku ilegal bebas bergerak.

Ia menekankan, penurunan tarif cukai bukan solusi selama pengawasan masih longgar dan integritas aparat penegak hukum dipertanyakan.

“Selama penegakan hukumnya tidak dibenahi, berapa pun tarif cukainya diturunkan tidak akan menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Nur Faizin menilai bahwa integritas dan efektivitas penegakan hukum adalah kunci utama untuk menutup celah peredaran rokok ilegal.

Ia mendesak pemerintah, khususnya aparat Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya, untuk tidak hanya bertindak simbolis, tetapi menindak tegas sampai ke akar jaringan produksi dan distribusi ilegal yang merugikan negara.

“Ini bukan sekadar soal kerugian uang, tapi menyangkut wibawa negara yang sedang dipertaruhkan,” pungkasnya.