SUMENEP, RINGSATU.Net — Kemarahan warga Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, memuncak menyusul aksi penutupan akses saluran irigasi yang diduga dilakukan oleh seorang berinisial IM yang diketahui warga Lenteng
Penutupan saluran air yang berada di depan Rumah Sakit (RS) BHC itu terjadi hampir tiga bulan dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Aksi tersebut berdampak serius terhadap aliran air menuju lahan pertanian warga.
Saluran irigasi yang selama ini menjadi nadi kehidupan petani kini tersendat dan nyaris tidak berfungsi.
Sawah-sawah yang menggantungkan pasokan air dari jalur tersebut terancam kekeringan, sementara masa tanam terus berjalan tanpa kepastian.
“Ini bukan persoalan sehari dua hari. Sudah hampir tiga bulan air tidak mengalir normal,” ujar Amir Jaya, warga setempat, dengan nada geram, Selasa (20/1/2026).
Ia mengungkapkan, warga telah berulang kali melaporkan persoalan ini kepada pihak terkait, mulai dari Dinas PUTR, DKPP hingga pemerintah desa.
Namun ironisnya, laporan tersebut seolah tenggelam tanpa tindak lanjut.
“PUTR, DKPP, dan desa saling lempar tanggung jawab. Tidak ada satu pun yang benar-benar turun tangan menyelesaikan,” tegas Amir.
Kondisi itu membuat warga merasa diabaikan dan dipermainkan, sementara kerugian di sektor pertanian kian nyata.
Warga menilai penutupan saluran irigasi tersebut sebagai tindakan sepihak yang mencederai kepentingan publik.
Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan, membuka kembali akses irigasi, serta menindak tegas pihak yang diduga menjadi penyebab terganggunya aliran air.
Mereka menuntut keadilan dan keberpihakan negara terhadap hak dasar petani atas air.
Hingga berita ini diterbitkan, IM belum dapat dimintai keterangan. Upaya konfirmasi terkendala keterbatasan akses komunikasi.












