PASANG IKLANMU DISINI
Berita
Beranda » Soladiritas Sosial: Pilar Tak Tertulis Dalam Rencana Pembangunan Daerah

Soladiritas Sosial: Pilar Tak Tertulis Dalam Rencana Pembangunan Daerah

LUMAJANG, RINGSATU.Net – Pemerintah Lumajang menegaskan, bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan merupakan fondasi penting, bagi terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat menghadiri kegiatan doa bersama dan refleksi spiritual di SD Negeri Merakan 01 Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang, Rabu malam (25/6/2025).

MADAS Sedarah Dorong Pengusutan Tuntas Dugaan TPPU, Tegaskan Semua Sama di Hadapan Hukum

Menurut Bunda Indah, inisiatif-inisiatif yang tumbuh dari masyarakat menjadi kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat semangat gotong royong, dan mendorong perbaikan kualitas hidup.

“Pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Kebersamaan dan kesadaran kolektif dari masyarakat adalah energi utama dalam membangun daerah yang tangguh, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini, yang diinisiasi secara sukarela dan berbasis nilai-nilai luhur, mencerminkan karakter masyarakat Lumajang yang menjunjung tinggi persatuan, kepedulian, dan kolaborasi.

Meski Tak Ada Laporan, Polres Pamekasan Berhasil Temukan Motor Hilang Milik Warga

Bunda Indah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk terus memperluas ruang-ruang kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat sipil, agar setiap langkah pembangunan berpijak pada kebutuhan dan potensi lokal.

“Kami menghargai setiap gerakan yang mendorong harmoni dan memperkuat solidaritas sosial. Ini adalah bentuk pengabdian yang nyata dan bermakna,” tuturnya.

BAZNAS Kabupaten Lumajang Santuni 420 Anak Yatim Piatu dalam Rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Nurul Hidayati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kepekaan sosial dan mempererat silaturahmi antarwarga dalam suasana yang teduh dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tak hanya soal infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga tumbuh dari kekuatan sosial yang bersumber dari kesadaran warga untuk saling menjaga, memberdayakan, dan bergerak bersama. Pungkasnya.