PASANG IKLANMU DISINI
Berita
Beranda » Soladiritas Sosial: Pilar Tak Tertulis Dalam Rencana Pembangunan Daerah

Soladiritas Sosial: Pilar Tak Tertulis Dalam Rencana Pembangunan Daerah

LUMAJANG, RINGSATU.Net – Pemerintah Lumajang menegaskan, bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan merupakan fondasi penting, bagi terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), saat menghadiri kegiatan doa bersama dan refleksi spiritual di SD Negeri Merakan 01 Kecamatan Padang Kabupaten Lumajang, Rabu malam (25/6/2025).

Krisis Air Bersih Mencekik Sampang, Program Sejuta Liter Mulai Digulirkan FSS dan Pemkab

Menurut Bunda Indah, inisiatif-inisiatif yang tumbuh dari masyarakat menjadi kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat semangat gotong royong, dan mendorong perbaikan kualitas hidup.

“Pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Kebersamaan dan kesadaran kolektif dari masyarakat adalah energi utama dalam membangun daerah yang tangguh, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini, yang diinisiasi secara sukarela dan berbasis nilai-nilai luhur, mencerminkan karakter masyarakat Lumajang yang menjunjung tinggi persatuan, kepedulian, dan kolaborasi.

UMKM ingin Tumbuh,Sekarkijang Perkuat Jalan Menuju Pasar Digital

Bunda Indah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk terus memperluas ruang-ruang kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat sipil, agar setiap langkah pembangunan berpijak pada kebutuhan dan potensi lokal.

“Kami menghargai setiap gerakan yang mendorong harmoni dan memperkuat solidaritas sosial. Ini adalah bentuk pengabdian yang nyata dan bermakna,” tuturnya.

Operasi Tumpas Narkoba 2026, Polres Lumajang Ungkap 23 Kasus dan Tangkap 29 Tersangka

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Nurul Hidayati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kepekaan sosial dan mempererat silaturahmi antarwarga dalam suasana yang teduh dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tak hanya soal infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga tumbuh dari kekuatan sosial yang bersumber dari kesadaran warga untuk saling menjaga, memberdayakan, dan bergerak bersama. Pungkasnya.