Berita

Wamenparekraf Sebut Budaya Lokal Lumajang Layak Tampil di Panggung Nasional

52
×

Wamenparekraf Sebut Budaya Lokal Lumajang Layak Tampil di Panggung Nasional

Sebarkan artikel ini
Foto: Puncak Acara Budaya Lokal Lumajang Segoro Topeng Kaliwungu (Mystical of Kaliwungu)
Foto: Puncak Acara Budaya Lokal Lumajang Segoro Topeng Kaliwungu (Mystical of Kaliwungu)

LUMAJANG, RINGSATU.Net – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Putu Elva Puspa Dewi menyebut bahwa Budaya Lokal Lumajang Layak Tampil di Panggung Nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan pada puncak acara budaya Segoro Topeng Kaliwungu mengusung tema Mystical of Kaliwungu di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Minggu (29/6/2025).

Dalam pegelaran budaya Segoro Topeng Kaliwungu menampilkan sebanyak 500 penari dari berbagai sekolah tampil memukau berkolaborasi dengan jaran kencak dan berhasil menyedot perhatian ratusan pengunjung.

Segoro Topeng Kaliwungu resmi terpilih menjadi salah satu dari 110 agenda nasional dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.

Ni Luh Puspa menilai keterlibatan masif masyarakat dalam event ini menjadi bukti kuat bahwa budaya lokal Lumajang layak tampil di panggung nasional bahkan internasional.

“Sebanyak 500 penari yang tampil hari ini menjadi bukti bahwa event ini memang pantas masuk dalam KEN 2025. Ini kebanggaan bagi masyarakat Lumajang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak mudah bagi sebuah event untuk lolos dalam KEN. Seleksi ketat diterapkan, mulai dari konsistensi penyelenggaraan, dampak ekonomi, hingga kontribusi pada pelestarian budaya.

“Event harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dilaksanakan secara konsisten,” tegasnya.

Wamenparekraf juga menyoroti peran penting event budaya dalam mendorong perputaran ekonomi lokal. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu melibatkan banyak pihak, mulai dari pelaku seni, UMKM, hingga pedagang kecil.

“Setiap event seperti ini mampu menghidupkan ekonomi lokal. Perputaran uangnya nyata, dan ini adalah kekuatan besar yang sering terlupakan,” tambahnya.

Topeng Kaliwungu sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Pemerintah berharap tradisi ini tidak hanya dilestarikan, tetapi terus berkembang menjadi agenda tahunan yang lebih luas jangkauannya.

“Kami ingin budaya ini semakin dikenal, tidak hanya di Lumajang, tapi juga di kancah nasional dan internasional. Potensi budaya Lumajang luar biasa,” tukasnya.

2