SUMENEP, RINGSATU.Net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi siswa di SMP Negeri 1 Kabupaten Sumenep menuai sorotan, Selasa (21/10/2025).
Sejumlah siswa menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan program tersebut yang dinilai belum berjalan optimal sejak hari pertama peluncurannya pada Senin 20 Oktober 2025.
Pada hari pertama distribusi, sejumlah siswa dilaporkan tidak menerima jatah makan sesuai yang dijanjikan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa beberapa siswa diminta menunggu hingga pukul 14.00 WIB untuk mendapatkan makanan, padahal jam pulang sekolah tercatat sekitar pukul 12.45 WIB.M, akhirnya siswa memilih pulang daripada harus menunggu hingga jam dua.
“Di hari pertama sebagian kelas di SMP I tidak kebagian jatah MBG dan disuruh menunggu hingga jam dua siang, mereka pulang,” ujar salah seorang wali siswa inisial IH.
Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan dan pertanyaan dari berbagai pihak mengenai efektivitas koordinasi distribusi.
Memasuki hari kedua, Berdasarkan data yang diterima redaksi, keluhan kembali mencuat dari video yang berdurasi 14 detik.
Salah seorang siswa mengeluh dan mengaku tidak ada nasi hanya ada lauk, sementara lainnya menyebutkan tidak mendapatkan buah.
“Ini kami dari SMP I, ini gimana pak Prabowo punya saya kok tidak ada nasinya, ini tidak ada jeruknya,” keluh siswa dalam video tersebut, Selasa (21/10/2025).
Disisi lain, siswa menyebut bahwa lauk seperti potongan daging ayam yang disajikan pun dinilai terlalu kecil dan tidak sebanding dengan kebutuhan gizi harian siswa.
Hingga berita ini dinaikkan, media ini dalam penelusuran terhadap pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui MBG di SMP I Sumenep demi menyajikan informasi terbaru, transparansi dan akuntabilitas publik.

