PASANG IKLANMU DISINI
Berita
Beranda » Proyek Pengaspalan di Dasuk Barat Dikritisi, Aktivis YLBH Madura Soroti Transparansi dan Kualitas

Proyek Pengaspalan di Dasuk Barat Dikritisi, Aktivis YLBH Madura Soroti Transparansi dan Kualitas

FOTO: Lokasi Proyek pengaspalan jalan di Desa Dasuk Barat, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep
FOTO: Lokasi Proyek pengaspalan jalan di Desa Dasuk Barat, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep

SUMENEP, RINGSATU.Net – Proyek pengaspalan jalan di Desa Dasuk Barat, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, menuai sorotan tajam dari aktivis Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Madura, Dayat Mahjong.

Ia mengkritisi tidak adanya papan informasi proyek sejak pekerjaan dimulai hingga rampung, serta ketiadaan prasasti sebagai penanda resmi bahwa proyek telah selesai.

Laka Laut di Perairan Galis, Seorang Nelayan Meninggal Saat Menarik Jaring

Kondisi ini dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik dalam setiap kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran negara.

“Tidak ada papan kegiatan dan hingga kini juga tidak ada prasasti. Ini mencederai asas transparansi dan akuntabilitas, Kami tidak menolak pembangunan tapi kami menolak yang tidak berpihak kepada kualitas dan kepentingan rakyat,” ujar Dayat, Kamis (23/10/2025).

FOTO: Proyek asal jadi tampak grmbur, lembek dan lentur

FOTO: Proyek asal jadi tampak grmbur, lembek dan lentur

Lebih jauh, Dayat menyoroti mutu dan kualitas jalan yang telah diaspal. Menurutnya, pekerjaan yang baru selesai dua pekan tersebut terlihat gembur, lembek, dan tidak kokoh.

Dari Desa di Sampang ke Panggung Nasional, Ari Adriansyah Berjuang Mengubah Nasib Keluarga Lewat DA8

Ia menyebut, pengaspalan tersebut minim pemadatan dan kualitas aspal tidak sesuai standar.

“Kondisi fisik jalan sangat jauh dari harapan masyarakat. Jika dibiarkan, jalan ini tidak akan bertahan lama dan berpotensi mubazir,” imbuhnya.

Mandor KDMP Geram, Progres Tetap Berjalan Meski Kabel PDAM Berada Tepat di Bawah Atap

Ia pun mendorong Inspektorat Kabupaten Sumenep serta instansi pengawas lainnya untuk segera turun ke lapangan dan melakukan audit menyeluruh, memastikan tidak ada kerugian negara akibat pekerjaan yang diduga asal jadi.

“Ini bukan sekadar soal jalan, tapi soal tanggung jawab atas penggunaan uang rakyat. Setiap proyek harus menjamin kualitas dan kebermanfaatannya secara jangka panjang,” pungkas Dayat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Setempat maupun pelaksana pada pembangunan proyek tersebut belum dapat dimintai keterangan karena keterbatasan akses informasi, namun masih dalam penelusuran lebih lanjut.