SUMENEP, RINGSATU.Net — Pengelola Sentra Pengolahan Pangan Gizi (SPPG) Al Azhar di Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Sumenep, menyampaikan klarifikasi terkait temuan ulat hidup dalam sayur selada yang disajikan kepada siswa di salah satu SD Negeri di Kecamatan Bluto pada Senin (13/10/2025).
Kiai Salehol Majid, selaku pengelola SPPG Al Azhar, mengakui bahwa insiden tersebut merupakan bentuk kelalaian dalam proses seleksi bahan makanan.
Sosok tokoh pemuka agama desa setempat ini menegaskan, bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mengganti makanan yang ditemukan bermasalah serta menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pihak sekolah.
“Saat itu langsung kami ganti dan kami juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada lembaga terkait,” ujar Salehol Majid saat dikonfirmasi, Sabtu (25/10/2025).
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap peningkatan kualitas layanan, SPPG Al Azhar berjanji akan lebih selektif dalam memilih bahan makanan, khususnya sayuran yang rentan terhadap kontaminasi alami seperti ulat, terlebih di musim hujan.
“Kami mohon doa agar ke depan bisa lebih baik. Kami akan lebih berhati-hati dalam setiap proses,” tambahnya.
Dalam upaya memperkuat komitmen tersebut, Salehol Majid menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan salah satu karyawan yang bertanggung jawab langsung atas kelalaian tersebut.
Langkah ini diharapkan menjadi titik balik dalam memastikan keamanan dan kualitas pangan yang disediakan oleh SPPG Al Azhar, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan gizi sekolah.










