SAMPANG, RINGSATU.Net – Proyek rabat beton Pemerintah Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, senilai Rp230.307.797 juta yang dibangun dari Dana Desa (DD) 2025 diduga bermasalah. Pasalnya, baru sekitar tiga bulan yang lalu selesai dikerjakan, hasil pekerjaan sudah mengalami kerusakan, Minggu (30/11/2025).
Berdasarkan pantauan di lokasi, rabat beton di Dusun Bere’ella dengan ukuran panjang 195 meter, lebar 3 meter, dan tebal 0,2 meter itu tampak mengelupas di sejumlah titik. Material kerikil bahkan sudah muncul ke permukaan, mengindikasikan mutu pekerjaan rendah dan berpotensi dugaan penyimpangan anggaran.
Sorotan semakin tajam ketika batu prasasti proyek di lokasi justru bertuliskan “plat beton”, bukan “rabat beton” sebagaimana pekerjaan yang direalisasikan. Ketidaksesuaian informasi tersebut memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek.
Warga setempat mengaku kecewa karena proyek yang seharusnya menunjang aktivitas ekonomi justru diduga dikerjakan asal-asalan dan dikhawatirkan menjadi contoh dugaan penyalahgunaan anggaran desa.
“Proyek ini baru sekitar dua, atau tiga bulan yang selesai dikerjakan. Tapi, rabat beton sudah mengelupas, dan menggenang saat kena air hujan,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Warga juga meminta pemerintah desa bertanggung jawab jika ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi.
“Ini uang negara. Proyek yang belum seumur jagung sudah rusak, pemdes harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Jeruk Porot, Abdus Syukur, mengakui adanya kesalahan pada batu prasasti dan berjanji akan memperbaikinya. Ia menyebut proyek tersebut berasal dari Dana Desa tahap pertama.
“Itu prasasti masih salah dan akan diganti. Untuk ukuran sudah sesuai, hanya penulisannya keliru,” katanya.
Syukur juga memastikan perbaikan menjadi tanggung jawab Pemdes Jeruk Porot.
“Saya akan cek. Kalau ada kerusakan, akan diperbaiki karena masih menjadi tanggung jawab pemdes,” pungkasnya.

